Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Jateng Gelar CJIBF 2026

13 May 2026 10:06

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Bank Indonesia resmi membuka rangkaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Kota Semarang. Ajang ini merupakan forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, investor, dunia usaha dan stakeholder pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Gelaran CJIBF 2026 resmi dibuka sebagai wadah strategis untuk mempercepat realisasi investasi di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan forum ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, pusat dan pelaku usaha.

“Jadi CJIBF ini adalah forum di mana business matching kita lakukan antara pengusaha dan pemerintah, antar pengusaha dan lain sebagainya, dan bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi di wilayah kita.” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Rabu, 13 Mei 2026.

Pada triwulan pertama 2026, nilai investasi di Jawa Tengah mencapai lebih dari Rp23 triliun, atau meningkat 5,35% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Realisasi itu menyerap 92.000 tenaga kerja, dengan 24.957 proyek.
 

Baca juga: Jawa Tengah Dinilai Punya Potensi Besar untuk Pengembangan Investasi


Sementara itu Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyatakan, Jawa Tengah merupakan daerah potensial bagi nasional karena kontribusi investasinya yang sangat tinggi. Berdasarkan catatan pada forum tahun ini terdapat 21 proyek strategis yang siap ditawarkan kepada investor, baik domestik maupun mancanegara. Beberapa proyek yang ditawarkan adalah energi hijau seperti rumah sakit berbasis green hospital di Kabupaten Semarang dan pembangkit listrik tenaga mini hidro Logawa di Kabupaten Banyumas.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur tadi, sebenarnya selain investasi yang besar-besar ini untuk kita datangkan, selain itu nanti kontribusinya terhadap impact terhadap ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan ini juga bisa menciptakan ekosistem bagi para pelaku-pelaku usaha yang ini kita harapkan juga nanti para pelaku-pelaku usaha UMKM kecil dan menengah yang ada di wilayah Jawa Tengah ini juga semakin tumbuh.” ucap Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu.

Forum CJIBF ini disinergikan dengan penyelenggaraan pameran UMKM Grande yang didukung oleh Bank Indonesia kantor perwakilan Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan mendekatkan para investor dengan produk unggulan UMKM Jawa Tengah, sehingga para investor dapat melihat secara langsung kualitas produk lokal, mulai dari wastra, kriya hingga kopi, sehingga membuka peluang bagi produk UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok industri yang lebih besar.

“Dalam perkembangannya nanti kita akan coba bawa ipro yang ada di Jawa Tengah ini untuk juga kita promosikan di luar negeri. Kita ada beberapa kantor perwakilan yang siap untuk mempromosikan di luar negeri.” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Prov. Jateng, Mohamad Noor Nugroho. 

Dengan sinergi berbagai pihak, Jawa Tengah optimis dapat terus meningkatkan revenue daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi secara inklusif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)