Jawa Tengah Dinilai Punya Potensi Besar untuk Pengembangan Investasi

11 May 2026 16:16

Semarang: Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan kontribusi investasi yang tinggi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar di Kota Semarang.

Forum investasi tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, investor, hingga pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Selain mempercepat realisasi investasi, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat pengembangan kawasan industri, hilirisasi, hingga sektor logistik di wilayah tersebut.
 



Dalam sambutannya, Todotua Pasaribu mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai pusat investasi baru karena didukung wilayah yang luas serta potensi ekonomi di berbagai kabupaten dan kota.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri perlu diperbanyak agar mampu mendorong percepatan investasi sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat bagi pelaku UMKM dan industri pendukung lainnya.

“Oh iya, dalam diskusi kami juga dengan Pak Gubernur bahwa memang sudah saatnya ini jumlah populasi kawasan industri yang ada di wilayah Jawa Tengah ini harus kita perbanyak. Karena keluasan areanya besar dan potensi-potensinya di wilayah kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah ini sangat besar,” ujar Todotua.

Ia menambahkan, penguatan jalur logistik dan pembangunan infrastruktur menuju kawasan investasi juga menjadi fokus pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kawasan industri dan juga bagaimana strategik daripada interline logistik jalur daripada Jawa Tengah ini juga harus kita dorong. Kementerian PU juga memang arahnya ke depan itu pembangunan infrastruktur menuju kepada sentra-sentra pengembangan investasi,” kata Todotua, menambahkan.

Todotua menilai kawasan industri menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mempercepat realisasi investasi di Jawa Tengah. Karena itu, Kementerian Investasi juga mendukung kemudahan perizinan bagi pelaku usaha melalui program pelayanan perizinan terintegrasi di kawasan industri.

“Kami dari Kementerian Investasi sangat men-support dan harapannya nanti di wilayah kawasan industri ini kewenangan perizinannya sudah bisa kita serahkan. Sudah ada program namanya Klik, setiap kawasan industri pelayanan perizinannya sudah kita serahkan kepada kawasan industri. Ini untuk mempercepat dan mempermudah pelaku usaha melaksanakan bisnisnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan Bank Indonesia turut mendukung penguatan investasi dan perdagangan di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan CJIBF 2026 serta pameran UMKM Grande di Semarang.
 
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga melalui promosi potensi investasi Jawa Tengah ke pasar internasional lewat jaringan kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri.

“Kami di Bank Indonesia pada dasarnya sangat mendukung program pemerintah termasuk untuk mendorong pertumbuhan melalui investasi dan perdagangan. Oleh karena itu event hari ini CJIBF dan juga UMKM Grande kita selenggarakan,” kata Noor.

Ia menambahkan, BI juga akan memberikan dukungan dalam bentuk kajian ekonomi, promosi investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan keterampilan.

“Dalam perkembangannya nanti kita akan coba bawa potensi investasi yang ada di Jawa Tengah ini untuk juga kita promosikan di luar negeri. Selain itu kami juga mendukung dari sisi advisory terkait potensi dan multiplier effect yang bisa dikembangkan oleh pemerintah Jawa Tengah,” ujarnya.

Melalui forum investasi tersebut, pemerintah berharap Jawa Tengah mampu menarik lebih banyak investor baru sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)