Suasana Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 yang digelar di Semarang pada Kamis, 7 Mei 2026. (Foto: Dok. Ist)
The 3rd NUSAMICE 2026 Dorong Industri MICE Berkelanjutan untuk Capai SDGs 2030
Patrick Pinaria • 11 May 2026 13:16
Semarang: Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 resmi digelar pada Kamis, 7 Mei 2026. Acara yang diinisiasi Program Studi D-IV MICE PSDKU Demak-Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) itu didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Wonderful Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, serta Bank Sampah Waras.
Konferensi tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, akademisi, pelaku industri, mahasiswa, dan masyarakat.
Mengusung tema Responsible Consumption and Production in the MICE Industry for Achieving Sustainable Development Goals 2030, konferensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat posisi Semarang sebagai destinasi unggulan MICE di Indonesia.
Dalam penyelenggaraannya, The 3rd NUSAMICE 2026 menerapkan konsep responsible consumption melalui program digital campaign #NusaTanpaSampah bersama maskot Rere dan program From Home to Green Zone. Program tersebut mengajak delegasi membawa dan memilah sampah untuk kemudian dikelola bersama Bank Sampah Waras menjadi bahan yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.

Plenary session The 3rd NUSAMICE 2026 membahas pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dalam industri MICE. (Foto: Dok. Ist)
Selain itu, seluruh rangkaian acara dilaksanakan tanpa penggunaan plastik dan menerapkan sistem paperless sebagai upaya menciptakan event berkelanjutan dan minim limbah.
Acara dimulai dengan penampilan Tari Semarang Hebat yang dipersembahkan oleh Nur Lintang Devyna Putri, mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta PSDKU Demak yang menampilkan kekayaan budaya lokal sebagai bentuk penyambutan kepada para peserta konferensi.
Keynote speech disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Glory Nasarani. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan industri MICE yang ramah lingkungan dan berkelanjutan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Baca Juga :
Industri MICE Diprediksi Naik 15 Persen di 2026
Konferensi kemudian dilanjutkan dengan plenary session pertama yang membahas isu pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan melalui topik Challenges in the Sustainable Management and Use of Natural Resources in the MICE Industry in Semarang oleh Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Semarang Almas Nabili Imanina, S.Tr.Par., MM.Par.
Sesi ini dipandu oleh Mella Narolita, S.Hum., M.A. selaku moderator yang merupakan akademisi Politeknik Negeri Jakarta. Pembahasan berfokus pada pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan target 12.2 SDGs, meliputi pengurangan limbah, optimalisasi penggunaan kembali material, serta penerapan strategi efisiensi sumber daya dalam penyelenggaraan event.
Pada plenary session kedua, Creative Director PT Diwangsa Nyala Kreatif, Bayu Vinda Fourensia, memaparkan materi bertajuk 3R Implementation Strategies in MICE Event Management. Materi tersebut selaras dengan target 12.5 SDGs yang menitikberatkan pada pengurangan timbulan sampah melalui langkah pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali material. Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi landasan utama dalam menekan dampak lingkungan di industri MICE.

Panitia dan mahasiswa Program Studi D-IV MICE PSDKU Demak Politeknik Negeri Jakarta dalam penyelenggaraan The 3rd NUSAMICE 2026. (Foto: Dok. Ist)
Sebagai rangkaian pendukung, Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 turut menghadirkan Eco Exhibition yang melibatkan sejumlah UMKM berkonsep berkelanjutan, yaitu Koelon Kalie, Ego Eko Shop, dan Craftonesia.
Dalam pameran ini, Koelon Kalie dan Craftonesia menghadirkan berbagai produk kerajinan tangan hasil pengolahan bahan daur ulang yang memiliki nilai guna dan estetika, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif ramah lingkungan. Sementara itu, Ego Eko Shop menampilkan beragam produk berbahan alam asli yang ramah lingkungan dan mendukung penerapan gaya hidup berkelanjutan di masyarakat.
Melalui penyelenggaraan konferensi ini, The 3rd NUSAMICE 2026 menegaskan kesiapan Semarang dalam mengembangkan ekosistem MICE yang berdaya saing sekaligus menjadi langkah strategis menuju pusat industri MICE di Jawa Tengah yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal secara berkelanjutan.