16 May 2026 17:17
Kapolri Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung seluas 661.112 hektare dengan total hasil panen mencapai 3,9 juta ton sepanjang 2025. Capaian tersebut disampaikan dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Tuban, Jawa Timur, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
"Pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektare dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton," ujar Sigit dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurut Kapolri, hasil panen tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton pada 2025.
Pada panen raya kuartal II tahun 2026, Polri melakukan panen di lahan seluas 189.760 hektare, dengan potensi hasil mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 ton jagung akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kapolri menjelaskan jagung dibeli dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram, sehingga menghasilkan margin keuntungan Rp500 per kilogram.
Di Kabupaten Tuban sendiri, panen raya dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare, dengan potensi hasil mencapai 609 ton. Seluruh hasil panen akan dikirim ke Bulog guna memperkuat cadangan pangan nasional.
"Secara khusus di Kabupaten Tuban, kami akan melakukan panen raya pada lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan lahan perhutanan sosial. Lahan tersebut berasal dari empat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yaitu KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolomanik, LMDH Wonomulyo, dan lahan PT Semen Indonesia," kata Sigit.
Baca Juga :