Tips Hemat Ibu Rumah Tangga Hadapi Kenaikan Harga Pangan

Ade Hapsari Lestarini • 12 January 2026 10:28

Jakarta: Kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan sembako di awal 2026 terlihat di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Harga sayur mayur mengalami kenaikan lebih dari Rp5 ribu rupiah, seperti sawi hijau yang kini berada di angka Rp12 ribu dari sebelumnya Rp8 ribu perkilogram. Begitupun kemiri yang melonjak drastis di angka Rp60 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu perkilogram.

Kenaikan harga komoditas tersebut, membuat ibu rumah tangga (IRT) terpaksa harus berhemat. Ade Wahyuni, 42, turut membagikan tips hematnya, Ade mengatakan, dirinya harus mengurangi belanja sejumlah bahan pokok jika harga pangan sedang melambung.

"Kalau biasanya sih dikurang-kurangin bahannya, jadi sesuai dengan uangnya yang ada. Menghemat sih yang penting, karena kan Ibu Rumah Tangga ya memang harus bisa seperti itu. Kalau belanja terus kan habisnya besar yang penting kita hemat aja," ungkap Ade seusai berbelanja di Pasar Ciputat, Kamis, 8 Januari 2026.

Ade menambahkan, berbelanja sesuai kebutuhan menjadi kunci penting di tengah fluktuasi harga pangan yang tidak menentu. "Mau harga naik itu kan kebutuhan, kita memang harus makan," tuturnya.

Mengatur keuangan


Senada dengan Ade, IRT lainnya, Mimin, 46, mengatakan, mengatur keuangan adalah tips dalam menghadapi kenaikan harga pangan. "Zaman sekarang kan kalau kita ngikutin orang beli apa, susah. Jadi harus sebisa mungkin mengatur keuangan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Metrotvnews, pada Kamis, 8 Januari 2026, terjadinya kenaikan harga pangan seperti sayur turut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Sayur seperti timun bahkan mengalami kenaikan harga dari yang sebelumnya Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu perkilogram.

"Timun sekarang nyampe Rp15 ribu. Harga normalnya biasanya itu Rp10 ribu sampai Rp12 ribu perkilogram," ungkap Yani (50), pedagang sayur di Pasar Ciputat.

Dirinya mengatakan, musim penghujan turut mempengaruhi omset sebab terjadinya penurunan pembeli. "Iya, kalau musim hujan itu omsetnya lain, soalnya kan orang mau ke pasar juga males ya, hujan, becek,” pungkasnya. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)