8 June 2026 23:48
Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan telah sukses menghantam sejumlah target sensitif di Tel Aviv menggunakan serangkaian rudal pada Senin, 8 Juni 2026 waktu setempat. Imbas dari serangan tersebut, otoritas Zionis dilaporkan menghentikan total aktivitas penerbangan di Bandara Ben Gurion.
Menyusul serangan itu, Yaman secara resmi menerapkan larangan total navigasi terhadap armada Zionis Israel di kawasan Laut Merah. Mereka memperingatkan bahwa setiap pergerakan Israel kini akan diperlakukan sebagai target militer.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, menyatakan bahwa operasi militer ini merupakan balasan langsung atas agresi Amerika dan Zionis terhadap poros perlawanan di Gaza, Lebanon, Iran, Irak, dan Yaman itu sendiri.
"Angkatan Bersenjata Yaman telah meluncurkan serangkaian rudal yang menargetkan sasaran-sasaran sensitif milik musuh Israel di wilayah Jaffa yang diduduki, dan dengan karunia Allah, target-target tersebut berhasil dicapai dengan sukses," ungkap Yahya Saree dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Senin 8 Juni 2026.
Lebih lanjut, Yahya Saree menegaskan bahwa militer Yaman tidak akan tinggal diam melihat blokade zalim dan kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung, serta menolak keras proyek pembentukan 'Israel Raya'.
"Kami mengumumkan larangan navigasi maritim secara penuh dan total bagi musuh Israel di Laut Merah. Kami menegaskan akan menghadapi eskalasi dengan eskalasi, dan operasi militer kami akan terus meningkat demi mengimbangi pertempuran," tegasnya.