Iran Resmi Dirikan PGSA untuk Awasi Selat Hormuz

21 May 2026 13:22

Iran secara resmi mengumumkan pembentukan Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) untuk mengelola dan mengawasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Selain itu, Iran juga meluncurkan akun media sosial resmi PGSA untuk memberikan perkembangan informasi terkini jalur perairan secara real time. 

Sementara itu di saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengumumkan informasi resmi soal pemberlakuan tarif bagi seluruh kabel serat optik yang melintas di Selat Hormuz yang. Hal ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan pengelolaan lalu lintas pelayaran Selat Hormuz di bawah kendali Iran. 

Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, jaringan komunikasi bawah laut tersebut tercatat membawa data transaksi keuangan global senilai lebih dari USD10 triliun per harinya. 

Oleh sebab itu, setiap gangguan yang terjadi di dalamnya berpotensi menyebabkan kerugian langsung maupun tidak langsung bagi rantai pasokan ekonomi, keuangan, serta energi regional dan global. Potensi kerugian yang disebabkan ditaksir dapat mencapai ratusan juta dolar setiap harinya. 

 

Baca Juga: Ultimatum Trump ke Iran: Jangan Harap Bisa Miliki Senjata Nuklir!


Iran menyatakan AS gagal membuka kembali Selat Hormuz meski telah melakukan berbagai "trik" dan upaya yang disebut menipu.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran ISNA, wakil politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan selat tersebut ditutup berdasarkan perintah Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri.

"Amerika, meski melakukan seribu trik dan tindakan penipuan, tidak mampu membukanya kembali," ujar Tangsiri, dikutip dari Anadolu, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menambahkan seluruh angkatan bersenjata Iran tetap "menempatkan jari di pelatuk" dan siap merespons setiap serangan di masa mendatang.

Secara terpisah, seorang sumber militer Iran mengatakan negaranya telah mengembangkan senjata canggih yang belum pernah digunakan dalam perang.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, sumber tersebut mengatakan Iran tidak mengalami kekurangan kemampuan militer maupun pertahanan.

Ia juga memperingatkan Iran tidak akan menunjukkan sikap menahan diri jika terjadi konfrontasi baru.


(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)