Iran Klaim AS Gagal Buka Selat Hormuz Meski Gunakan Berbagai Trik

Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. Foto: Press TV

Iran Klaim AS Gagal Buka Selat Hormuz Meski Gunakan Berbagai Trik

Muhammad Reyhansyah • 21 May 2026 14:03

Teheran: Iran menyatakan Amerika Serikat (AS) gagal membuka kembali Selat Hormuz meski telah melakukan berbagai "trik" dan upaya yang disebut menipu.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran ISNA, wakil politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan selat tersebut ditutup berdasarkan perintah Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri.

"Amerika, meski melakukan seribu trik dan tindakan penipuan, tidak mampu membukanya kembali," ujar Tangsiri, dikutip dari Anadolu, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menambahkan seluruh angkatan bersenjata Iran tetap "menempatkan jari di pelatuk" dan siap merespons setiap serangan di masa mendatang.

Secara terpisah, seorang sumber militer Iran mengatakan negaranya telah mengembangkan senjata canggih yang belum pernah digunakan dalam perang.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Rusia RIA Novosti, sumber tersebut mengatakan Iran tidak mengalami kekurangan kemampuan militer maupun pertahanan.

Ia juga memperingatkan Iran tidak akan menunjukkan sikap menahan diri jika terjadi konfrontasi baru.


Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz

Sebelumnya pada Rabu, Persian Gulf Strait Authority (PGSA) milik Iran mengumumkan zona pengawasan baru di Selat Hormuz.

Aturan tersebut mewajibkan kapal yang melintas di wilayah tertentu untuk berkoordinasi dengan otoritas Iran.

PGSA menyebut kebijakan tersebut mencakup jalur maritim antara Iran dan Uni Emirat Arab di pintu masuk timur dan barat jalur perairan strategis tersebut.

Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, disertai penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran melalui jalur perairan strategis tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)