Jakarta: Kita selalu mengingat bulan Juni identik sebagai bulan Jakarta. Bukan karena Ibu Kota akan berulang tahun ke-499 pada 22 Juni mendatang, tetapi juga festival bulanan paling ikonik di Ibu Kota yaitu Jakarta Fair. Setelah secara resmi dibuka Kamis, 11 Juni 2026, Jakarta Fair tahun ini akan kembali menjadi gelaran yang menarik untuk Anda kunjungi.
Sejarah menarik Jakarta Fair
Kita menapaktilas sejarah panjang Jakarta Fair. Jakarta Fair digagas oleh Gubernur DKI Jakarta ke-7 yaitu Ali Sadikin, dan pertama kali digelar pada 1968 di kawasan Monas. Menariknya Jakarta Fair adalah hal yang sangat personal bagi mendiang Ali Sadikin. Mengapa? Karena Jakarta Fair adalah realisasi dari memori masa kecil Ali Sadikin tentang kemeriahan Pasar Gambir yang kerap dikunjunginya waktu kecil.
Antusiasme dan semarak kemeriahan Jakarta Fair terus berkembang, dan pada akhirnya 24 tahun kemudian penyelenggaraan Jakarta Fair berpindah dari kawasan Monas ke JI-Expo Kemayoran.
Lebih dari sekedar sebuah pameran dan tempat berbelanja, Jakarta Fair juga menjadi pusat bisnis yang menggerakkan kegiatan ekonomi di Ibu Kota dan diakui kemegahannya di kawasan Asia Tenggara.
Jakarta Fair 2026
Lalu bagaimana dengan tahun 2026? Tahun ini akan ada 2.800 peserta dengan 1.800 tenan dengan komposisi 55?ri sektor swasta dan 45% pelaku UMKM mulai dari otomotif, elektronik, gadget, komputer, peralatan olahraga, furniture, perlengkapan rumah tangga, fashion, kosmetik, layanan perbankan, hingga produk kreatif dan kerajinan lokal.
Berlangsung selama 32 hari dan berlokasi di JI-Expo Kemayoran dan berbagai kegiatan menarik lainnya tentu adalah konser musik yang selalu paling dinanti, parade karnaval, pesta kembang api, dan wahana permainan anak.
Bidik transaksi Rp8 triliun
Dan yang juga menjadi ambisi yang cukup menarik untuk kita nantikan dalam penyelenggaraan tahun ini adalah bidikan transaksi mencapai Rp8 triliun. Setelah membukukan transaksi Rp7,3 triliun dan 5,9 juta pengunjung tahun lalu, Jakarta Fair 2026 membidik transaksi mendekati Rp8 triliun dengan target lebih dari 6 juta pengunjung.
Perputaran ekonomi, kegiatan ekonomi hingga angka Rp8 triliun tentu adalah sebuah angka yang besar sekali. Apabila angka ini tercapai maka tidak hanya sebagai sarana hiburan tahunan saja, tetapi semoga ini bisa menjadi gambaran optimisme terhadap kegiatan ekonomi di Ibu Kota, terutama berkaitan dengan daya beli masyarakat.
Potensi nilai ekonomi dan strategis Jakarta Fair
Ada sejumlah nilai ekonomi dan strategis yang cukup menjanjikan dari Jakarta Fair 2026. Bayangkan jika target Rp8 triliun tercapai selama satu bulan penyelenggaraan saja, transaksi keuangan yang dicetak oleh Jakarta Fair tahun ini, bahkan lebih besar daripada anggaran belanja dan pendapatan daerah atau APBD dari sejumlah kabupaten maupun kota. Dan jika dibagi 32 hari akan ada Rp250 miliar transaksi per hari, Rp10,4 miliar per jamnya, dan Rp170 juta per menit transaksi perputaran uang di Jakarta Fair.
Pameran ini juga bisa menjadi nilai strategis Ibu Kota sebagai daya tarik wisata dan ekonomi nasional maupun internasional karena ini merupakan salah satu pameran terlama di Asia Tenggara diselenggarakan selama 32 hari.
Yang tidak kalah menarik adalah bahwa angka Rp8 triliun itu. Angka Rp8 triliun itu adalah dampak langsung ya. Bayangkan dampak tidak langsung atau multiplier efek ekonomi. Semisal kita berbicara soal hotel di sekitar, hotel dan penginapan, transportasi online hingga taksi, KRL dan Transjakarta, tenaga kerja event. Kita tahu ada beberapa tenaga kerja lepas yang juga diberdayakan dalam penyelenggaran Jakarta Fair, logistik dan pergunangan, dan lain-lain.
Sementara tantangan penyelenggaraan tahun ini disampaikan oleh pihak JI-Expo Kemayoran selaku Marketing Director JI-Expo, Ralph Schoenemann mengatakan, "kita menyadari kondisi global turut berpengaruh. Kita harapkan Jakarta Fair tahun ini berjalan dengan baik. Kita harapkan pengunjung bisa tembus di atas 6 juta, dan transaksinya mendekati Rp8 triliun rupiah."
Semarak kemeriahan
Ibu Kota menyambut HUT ke-499. Harapannya tidak hanya sebagai perayaan seremonial saja, tetapi sebagai resonansi dari kebahagiaan dan optimisme dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial, dan kebahagiaan masyarakat. Jadi jangan lupa ke Jakarta Fair 2026 ya.
Sumber: Redaksi Metro TV