Bahlil: PLTS 100 GWp Berpotensi Hemat APBN Rp73,9 Triliun per Tahun

26 August 2026 12:57

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 100 Gigawatt Peak (GWp). Peluncuran megaproyek energi bersih ini dipusatkan di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa proyek raksasa ini akan membawa dampak efisiensi yang masif bagi keuangan negara. Dengan total investasi mencapai sekitar USD73 miliar atau setara dengan lebih dari Rp1.140 triliun, pemerintah memproyeksikan penghematan anggaran subsidi energi dalam jumlah besar.

"Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi listrik setiap tahunnya sebesar Rp73,9 triliun," ungkap Bahlil dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026. 
 


Serap Jutaan Tenaga Kerja

Selain menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), proyek transisi energi ini juga akan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Bahlil menyebutkan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan pekerjaan baru, khususnya di sektor konstruksi dan manufaktur.

Pada momen peluncuran ini, pemerintah langsung merealisasikan groundbreaking untuk kapasitas awal sebesar 5,3 GW. Acara peresmian secara tatap muka di Gilimanuk turut terhubung secara daring dengan tiga lokasi pembangunan PLTS lainnya di Tanah Air, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah; PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau; dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.

Program Fat Burning Bali

Khusus untuk wilayah Provinsi Bali, pembangunan fasilitas PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) di kawasan Monumen Operasi Gilimanuk ini menjadi bagian dari Program Fat Burning Bali. Inisiatif ini dirancang untuk segera menggantikan operasional pembangkit listrik berbahan bakar minyak (BBM) dengan sumber energi surya yang lebih ramah lingkungan.

Di lokasi ini, kapasitas PLTS yang dibangun mencapai 300 MWp yang dipadukan dengan BESS berkapasitas 1.000 MWh. Menempati area lahan seluas kurang lebih 321 hektare, proyek energi hijau di Pulau Dewata ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028 mendatang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X