22 February 2026 22:11
?Angka kelahiran anak dengan autisme di Indonesia mencapai rasio 1 berbanding 68. Sayangnya, pemahaman masyarakat dan orang tua mengenai penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) ini masih sangat minim.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, ?Imaculata Autism Boarding School di Bogor, Jawa Barat, hadir menawarkan solusi pendidikan berbasis alam yang didedikasikan khusus untuk melatih kemandirian anak-anak penyandang autisme.
Pendidikan Berbasis Alam dan Disiplin
Berdiri di atas lahan seluas 6 hektare, sekolah ini mengandalkan terapi aktivitas fisik dan alam. Pendiri Imaculata Autism Boarding School, Imaculata Umiyati menjelaskan bahwa jadwal anak-anak diatur dengan sangat terstruktur.
"Anak-anak bangun pukul 05.00 pagi. Setelah itu, mereka jalan kaki selama satu jam dari pukul 06.00 hingga 07.00. Aktivitas fisik ini sangat penting untuk menstimulasi otak mereka," ujar Ima, yang telah mendedikasikan dirinya bagi ABK selama 26 tahun.
Setelah berolahraga, anak-anak dilatih untuk melakukan pekerjaan dasar seperti menyapu hingga mempersiapkan pakaian sendiri. Jadwal yang padat dan teratur ini terbukti efektif menyalurkan energi berlebih anak-anak autis, sehingga mereka bisa tidur nyenyak di malam hari dan terhindar dari perilaku tantrum.
Terapi Makanan Organik
Selain aktivitas fisik, asupan gizi menjadi prioritas utama. Seluruh makanan yang dikonsumsi anak-anak berasal dari bahan organik yang ditanam dan diternak sendiri di area sekolah, mulai dari sayuran, buah, ikan, hingga beras.
Ima mencontohkan penggunaan ubi jalar yang kaya enzim serta kecombrang yang berfungsi sebagai antioksidan. "Anak-anak ini butuh banyak enzim. Selain itu, kecombrang sangat baik untuk mendetoksifikasi logam berat dari tubuh mereka," jelasnya.
Aturan Tegas untuk Orang Tua
Untuk mencapai kemandirian, sekolah ini menerapkan aturan yang cukup ketat bagi orang tua. Pada tiga bulan pertama masa orientasi, anak tidak diperkenankan dijenguk atau dibawa pulang.
"Ini agar anak mantap dulu dengan aturannya, jadwalnya, dan makanannya. Kalau sedikit-sedikit pulang, tidak akan ada hasilnya," tegas Ima.
Ia menyarankan agar orang tua memasukkan anak ke program asrama sedini mungkin agar pembentukan karakter lebih mudah dilakukan.
Melalui pendekatan yang tepat dan profesional, anak-anak penyandang autisme memiliki peluang besar untuk beraktivitas secara normal dan hidup mandiri di masa depan.