Jakarta: Operasi Search and Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan terhadap korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, resmi dinyatakan berakhir pada Selasa, 28 April 2026 pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang telah berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta yang terlibat tabrakan.
"Kita telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam," ujar Mohammad Syafii.
Berdasarkan data terkini, tercatat 16 orang meninggal dunia yang keseluruhannya merupakan penumpang perempuan. Selain itu, terdapat 91 korban luka-luka yang kini tengah menjalani perawatan intensif di 10 rumah sakit wilayah Bekasi, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi dan RS Siloam.
Pihak
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman akan ditanggung sepenuhnya.
Berikut daftar 16 korban meninggal dunia:
- Nur Alimantun Citra Lestari
- Gita Septia Wardany
- Vica Acnia Fratiwi
- Arinjani Novita Sari
- Harum Anjasari
- Fatmawati Rahmayani
- Tutik Anitasari
- Nur Ainia Eka Rahmadhyna
- Enggar Retno Krisjayanti
- Nurlaela
- Nuryati
- Ida Nuraida
- Farida Utami
- Adelia Rifani
- Ristuti Kustirahayu
- Mia Citra
Seiring berakhirnya evakuasi, tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT) telah memulai investigasi teknis untuk mencari penyebab utama tabrakan frontal tersebut. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban, dan doa terbaik dipanjatkan agar para korban luka segera diberikan kesembuhan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)