17 September 2026 23:21
Jakarta: Kementerian Perhubungan mendalami dugaan pelanggaran usia kapal dalam tragedi terbaliknya KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Wakil Menteri Perhubungan Suntana memastikan proses masuknya kapal ke Indonesia akan diselidiki lebih lanjut.
“Masalah pertanyaan yang pertama masalah kapal ini nanti akan kita laksanakan penyelidikan lebih lanjut. Saya belum bisa menjawab sekarang, akan melihat,” kata Suntana dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 17 September 2026.
Suntana mengatakan Kemenhub sebelumnya telah membahas sejumlah kejadian kecelakaan pelayaran bersama Komisi V DPR. Menurutnya, pemerintah juga telah menjalankan berbagai kebijakan untuk memitigasi kecelakaan pelayaran berikutnya.
“Yang jelas Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk kegiatan-kegiatan terjadinya kecelakaan ini bisa kita laksanakan mitigasi dengan berbagai kebijakan,” ujarnya.
Sorotan muncul karena KMP Virgo Transport 8 disebut telah berusia 39 tahun. Kapal tersebut dibangun pada 1987 dan mulai beroperasi di Indonesia pada 2026.
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mempertanyakan masih beroperasinya kapal dengan usia tersebut. Ia mengatakan persoalan kapal berusia tua perlu menjadi bagian dari evaluasi keselamatan transportasi laut.
“Kalau kita lihat tren, memang rata-rata kapal-kapal yang bermasalah, baik karena peristiwa kebakaran, kemudian tenggelam, dan seterusnya, memang rata-rata usianya yang cukup sudah lama,” kata Syaiful.
Menurut Syaiful, Komisi V DPR sebelumnya telah menyuarakan pentingnya peremajaan armada transportasi laut. Ia menilai hal itu perlu diperhatikan karena transportasi laut menjadi salah satu penopang utama mobilitas di Indonesia.
“Nah karena itu, waktu itu Komisi V sempat menyuarakan pentingnya peremajaan transportasi laut kita, paling tidak ini sebagai bagian opsi terbaik,” ujarnya.