17 September 2026 22:30
Banjarmasin: Korban selamat kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Abdul Kholik, mengaku tidak mendengar alarm darurat atau sirene saat kapal mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Abdul mengatakan dirinya baru terbangun setelah mendengar teriakan penumpang yang meminta semua orang mengenakan pelampung.
“Tidak ada Mas, sama sekali itu. Alarm, sirine itu nggak ada bunyi,” kata Abdul dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 17 September 2026.
Abdul mengaku terbangun sekitar pukul 01.17 setelah mendengar orang berteriak meminta penumpang menggunakan pelampung. Ia kemudian membangunkan dua orang yang bersamanya, mengambil pelampung, lalu berupaya keluar dari kapal.
“Saya ambil pelampung, saya kasihkan satu-satu, saya pakai, langsung saya cepat keluar,” ujarnya.
Namun, Abdul sempat kesulitan menyelamatkan diri. Ia menerobos bagian bawah kapal hingga akhirnya dibantu orang lain untuk keluar. Saat berupaya melewati pintu, kakinya terbentur etalase.
“Itu kena benturan estalase Mas, di kapal. Waktu saya mau menyelamatkan diri,” kata Abdul.
Abdul merupakan sopir ekspedisi yang berada di KMP Virgo dengan tujuan Banjarmasin untuk membongkar mebel. Saat berusaha menyelamatkan diri, ia mengaku sempat dihantam ombak hingga tiga kali sebelum melompat dari kapal.
“Tenaganya harus kuat tenanan Mas,” ujar Abdul saat menceritakan perjuangannya menyelamatkan diri.
Korban selamat lainnya, Anton Wahyudi, juga menceritakan kepanikan saat kapal mulai miring. Anton yang sedang tidur mendengar teriakan para sopir di bagian belakang kapal.
“Teman-teman yang sopir yang di belakang itu teriak-teriak katanya kapal miring,” kata Anton.
Menurut Anton, kepanikan semakin meningkat setelah lampu kapal mati dan air mulai masuk. Kondisi tersebut membuat situasi di dalam kapal menjadi gelap.
“Kurang lebih setengah jam itu lampu sudah mati. Nah air sudah naik itu, lah itulah baru panik yang sesungguhnya,” ujarnya.
Anton memperkirakan tinggi gelombang saat dirinya berada di laut mencapai sekitar tiga meter. Ia kemudian berusaha mengikuti arus tanpa menggunakan pelampung hingga sempat terlepas dari sekoci.
“Saya kira saya sudah hilang itu tadi. Nggak tahunya saya dibawa putaran air itu balik lagi ke sekoci,” kata Anton.
Sementara itu, dua korban KMP Virgo Transport 8, Erick Mausulatif dan Risyan Kurnia Putra, telah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Di sisi lain, keluarga masih menantikan kabar Ilham Muhammad Rojap, sepupu Abdul Kholik yang bekerja sebagai helper di kapal tersebut dan hingga kini belum ditemukan.
Sri, keluarga Ilham, mengatakan pihak keluarga belum mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan Ilham. Setelah Abdul diperbolehkan pulang dari rumah sakit, keluarga berencana mendatangi pelabuhan untuk mencari informasi lebih lanjut.