Harga Minyak Dunia Sentuh USD70/Barel, Harga BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun

25 June 2026 15:40

Tren penurunan harga minyak mentah dunia membawa angin segar bagi konsumen bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air. Harga minyak mentah dunia saat ini dilaporkan stabil di bawah level USD 70 per barel, yang membuka peluang besar bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian atau penurunan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax.

Dikutip dari Energy Focus, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah harga USD 70 per barel setelah mengalami penurunan hampir 4% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent di bursa London ditutup pada posisi mendekati USD 72,5 per barel.

Stabilitas harga ini dipicu oleh melimpahnya pasokan minyak di pasar terutama dari wilayah Timur Tengah dan Afrika. Selain itu, adanya sinyal kemajuan dalam diskusi awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang yang turut memberikan dampak positif pada stabilitas harga minyak mentah.
 

Baca juga: Bahlil Pastikan Kontrak Impor Minyak dari Rusia Sudah Diteken

DPR RI Dorong Penyesuaian Harga

Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, menilai bahwa peluang penurunan harga Pertamax dalam waktu dekat sangat terbuka lebar. Menurutnya, pemerintah perlu segera merespons tren positif ini jika harga minyak dunia terus menunjukkan stabilitas di level yang rendah.

"Mudah-mudahan dengan penurunan ini bisa stabil. Dalam beberapa hari ini sudah di bawah USD 80, meskipun masih di atas asumsi APBN kita yang sebesar USD 70," ujar Bambang.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya harga WTI sempat fluktuatif di kisaran USD 73 hingga USD 78 per barel. Namun, dengan kondisi pasar yang mulai dibanjiri pasokan dan adanya harapan realisasi perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat, Bambang meyakini harga akan kembali normal.

"Saya yakin pemerintah tidak akan menutup mata. Ketika harga sudah kembali normal dan stabil, saya yakin pemerintah akan menormalkan kembali harganya (menurunkan)," pungkasnya.

(Anggie Meidyana)


Close Ads X
Close Ads X