Dokter di NTT Akhiri Hidup usai Diintimidasi 3 Anggota DPRD

27 June 2026 19:05

Seorang dokter muda berusia 27 tahun yang bertugas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, nekat mengakhiri hidupnya setelah mengalami depresi berat akibat intimidasi yang diduga dilakukan oleh tiga oknum anggota DPRD TTU. Keluarga menyebut korban mengalami tekanan psikologis hingga trauma sebelum akhirnya meninggal dunia.

Jenazah korban tiba di rumah duka di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, disambut isak tangis keluarga. Menurut keterangan keluarga, korban sempat dirawat di rumah sakit setelah mengalami tekanan mental akibat insiden di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, tempat ia bertugas.

Berdasarkan keterangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Nusa Tenggara Timur, tindakan medis yang dilakukan korban telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun, korban disebut tetap menerima bentakan dan intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD serta menjadi sasaran perundungan di media sosial.


Anggota keluarga korban, Fabi, mengatakan korban mengalami depresi berat dan hanya mau berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Korban mengaku mengalami trauma dan takut kembali bertemu dengan pihak yang diduga mengintimidasinya.

"Dia bilang kepada saya, 'Bapak saya stres. Saya mau pulang. Kalau bertemu tiga orang itu lagi saya trauma.' Bahkan dia sempat mengatakan biar saya mati saja supaya teman-teman tenaga tenaga kesehatan lainnya tidak menjadi korban," ujar Fabi dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu 27 Juni 2026. 

Keluarga juga meminta agar ketiga oknum anggota DPRD tersebut dilaporkan kepada IDI. Mereka menegaskan hasil pemeriksaan IDI telah menyatakan bahwa tindakan medis yang dilakukan korban sudah sesuai prosedur.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X