Serang: Aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap aktif meski sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan puncak erupsi pada 5 September lalu. Hari ini, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali.
- Pukul 05.08 WIB: Durasi 17 detik (Amplitudo 44 mm).
- Pukul 05.34 WIB: Durasi 10 detik.
- Pukul 07.49 WIB: Durasi 19 detik.
- Pukul 11.34 WIB: Durasi 17 detik.
Dikutip dari tayangan
Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 8 September 2026, dibandingkan dengan episode erupsi secara terus-menerus pada tanggal 4 hingga 6 September, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah mengalami penurunan. Meskipun aktivitas
erupsi dan kegempaannya masih tergolong aktif.
Sejak tanggal 6 September 2026, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi
PVMBG mencatat bahwa Gunung Anak Krakatau sudah tujuh kali mengalami aktivitas erupsi. Adapun potensi erupsi Gunung Anak Krakatau dalam waktu dekat pun masih tergolong tinggi karena masih berstatus Level 3 (Siaga).
Sementara itu, berdasarkan Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan perubahan arah sebaran abu. Jika pada hari Minggu dan Senin abu bergerak ke arah barat laut dan timur laut, pada Selasa pagi abu vulkanik dominan bergerak ke arah selatan dan barat daya.
Ketinggian kolom abu mencapai 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer di atas permukaan laut. Berdasarkan prediksi cuaca 24 hingga 48 jam ke depan, pergerakan angin pada lapisan rendah hingga menengah akan terus membawa abu vulkanik menjauh dari permukiman warga di Pulau Jawa dan mengarah ke perairan terbuka. Kondisi ini memungkinkan sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak untuk kembali beroperasi secara normal.