Makassar: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan posisinya sebagai bagian dari kekuatan politik pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penegasan itu mengemuka dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP yang digelar, di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 11 Februari 2026, malam .
Mukernas yang berlangsung meriah ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus peneguhan arah perjuangan partai. Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono secara terbuka meminta seluruh kader untuk mengawal dan mendukung penuh Asta Cita serta program strategis pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Mardiono juga menempatkan isu kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama yang harus diperjuangkan bersama pemerintah. Bagi PPP, pangan bukan semata soal ekonomi, tetapi menyangkut harkat dan martabat bangsa.
"PPP tentu memberikan dukungan, khususnya kebijakan yang pro rakyat," ujar Mardiono, dalam program
Metro Siang Metro TV, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam kegitan itu, Mardiono juga menyoroti langkah pemerintah yang mulai berani mengambil posisi tegas dalam kebijakan pangan nasional. Dia memandang Indonesia harus keluar dari ketergantungan impor, karena bangsa besar harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Menurutnya, capaian yang telah terealisasi di era kepemimpinan
Presiden Prabowo menjadi bukti bahwa, kebijakan ketahanan pangan tidak hanya mampu menekan impor, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan stabilitas harga.
Dia memastikan PPP melalui fraksi di parlemen, akan terus menyoroti sekaligus mengawal kebijakan pemerintah, agar tetap sejalan dengan kepentingan rakyat. Dengan konsolidasi yang semakin solid, PPP ingin memastikan perannya tidak sekadar sebagai partai koalisi, tetapi sebagai kekuatan politik yang aktif mengawal agenda kesejahteraan nasional.