Puncak Kedatangan Pemudik di Stasiun Tawang Diprediksi 19 Maret 2026

13 March 2026 14:25

Semarang: Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mulai mengalami peningkatan. Puncak kedatangan penumpang di Stasiun Tawang, Kota Semarang, diprediksi terjadi pada 19 Maret 2026.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Lukman Arif, mengatakan wilayah Daop 4 Semarang merupakan salah satu daerah tujuan utama pemudik, sehingga jumlah penumpang yang datang diperkirakan lebih banyak dibandingkan yang berangkat pada masa arus mudik.

“Di data kami, tanggal 19 Maret sementara ini tercatat lebih dari 22 ribu penumpang yang datang di wilayah Daop 4 Semarang,” ujar Lukman, Jumat, 13 Maret 2026.
 



Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 23 Maret 2026 dengan jumlah penumpang yang berangkat juga diprediksi mencapai lebih dari 22 ribu orang.

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran, PT KAI Daop 4 Semarang menyiapkan puluhan perjalanan kereta api setiap hari.

“Pada masa angkutan Lebaran nanti setiap hari kami memberangkatkan 34 perjalanan kereta api jarak jauh reguler dan dua kereta api tambahan,” jelas Lukman.

Ia menambahkan, total tempat duduk yang disediakan selama periode angkutan Lebaran mencapai lebih dari 422 ribu kursi. Hingga saat ini sekitar 73 persen tiket telah terjual atau sekitar 309 ribu kursi.

“Jumlah tersebut meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya.

Selain mempersiapkan layanan penumpang, PT KAI Daop 4 Semarang juga melakukan langkah mitigasi di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bencana.

“Di sepanjang 677 kilometer jalur kereta api wilayah Daop 4 Semarang, kami memitigasi sekitar 13 daerah pantauan khusus yang rawan bencana, mayoritas potensi banjir,” ungkap Lukman.

Upaya mitigasi dilakukan dengan berbagai langkah, seperti meninggikan jalur rel di beberapa wilayah, memperkuat tanggul irigasi di sekitar rel, serta menyiapkan alat material untuk kondisi darurat. Selain itu, petugas juga disiagakan selama 24 jam di titik-titik rawan.

PT KAI juga bekerja sama dengan sejumlah instansi, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pengelola sumber daya air untuk memantau kondisi cuaca dan potensi gangguan yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api selama masa mudik Lebaran.

Dengan berbagai langkah tersebut, PT KAI berharap perjalanan kereta api selama periode mudik dan arus balik Lebaran dapat berlangsung aman dan lancar bagi para penumpang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)