Aceh: Progres pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh menunjukkan perkembangan signifikan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat pembersihan lumpur telah mencapai 92 persen dari total wilayah terdampak.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa dari 519 titik terdampak, sebanyak 480 titik telah selesai dibersihkan. Sementara itu, tersisa 39 titik yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Proses pembersihan lumpur terus kita lakukan bekerja sama dengan TNI, Polri, relawan, serta masyarakat. Hingga saat ini, sebagian besar wilayah sudah berhasil ditangani,” ujar Safrizal, Rabu, 8 April 2026.
Sebelumnya, akses jalan nasional di wilayah terdampak telah pulih sepenuhnya sejak akhir Januari 2026. Saat ini, fokus penanganan beralih pada pembersihan fasilitas umum, saluran drainase, serta rumah warga.
Upaya percepatan dilakukan melalui program
cash for work atau padat karya tunai yang melibatkan masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah juga mengerahkan berbagai unsur, mulai dari praja IPDN hingga personel TNI/Polri untuk mempercepat proses pemulihan.
Safrizal menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam percepatan pembersihan, terutama untuk area privat seperti rumah warga.
“Masyarakat diimbau untuk membersihkan bagian dalam rumah secara mandiri, sementara material lumpur dikeluarkan agar dapat ditangani oleh petugas,” jelasnya.
Pemerintah optimistis seluruh proses pembersihan dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, aktivitas masyarakat di wilayah terdampak diharapkan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.