20 October 2026 19:21
Kebakaran hebat yang melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi milik PT ASDP di perairan Pelabuhan Merak, Banten, diiringi rentetan suara ledakan dari dalam dek kapal. Kendati peristiwa tersebut memicu kepanikan, sebanyak 184 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim gabungan bersama warga setempat.
Kobaran api melahap hingga 70 persen bangunan kapal, dengan titik api terbesar berada di dek depan serta ruang anjungan kemudi. Suara dentuman yang terdengar berulang kali tersebut diduga berasal dari ratusan kendaraan yang ikut hangus terbakar di dalam kapal feri rute Bakauheni–Merak tersebut.
Laporan awal kebakaran diterima oleh Kantor SAR Banten pada pukul 16.24 WIB saat kapal feri rute Bakauheni–Merak tersebut hendak bersandar di sekitar Dermaga 6. Sebelum armada utama SAR tiba di lokasi, para nelayan dan warga yang berada di sekitar perairan Merak langsung mengambil inisiatif menolong para penumpang.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Banten, Al Amrad, mengapresiasi tinggi respons cepat warga lokal dalam proses penyelamatan awal.
"Alhamdulillah ada beberapa kapal-kapal nelayan yang terdekat di setempat langsung merespon cepat sebelum tibanya tim-tim evakuasi lain. Pendataan sementara kurang lebih 184 sudah terevakuasi," terang Al Amrad dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 20 Oktober 2026.
Baca Juga :
Mengingat adanya bahaya ledakan dan lidah api yang membesar, Tim SAR menerapkan prosedur jarak aman (safe distance) bagi unit penyelamat dan kapal warga. Selain fokus memadamkan api, petugas juga menyisir perairan sekitar untuk memastikan tidak ada penumpang yang nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
"Kita sudah melakukan sweeping di sekitar lokasi, takutnya ada penumpang-penumpang yang terjun menyelamatkan diri. Dua-duanya berjalan, pemadaman dan evakuasi, kata Al Amrad.
Sebanyak 10 kapal tunda (tugboat) dikerahkan untuk menggempur kobaran api dari berbagai sisi. Sementara itu, seluruh penumpang yang berhasil diselamatkan langsung diarahkan ke Posko Penanganan Sementara di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak untuk pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Pihak SAR memastikan tidak ada laporan mengenai keluhan kesehatan serius maupun korban jiwa di antara penumpang yang telah terevakuasi.
Meskipun kebakaran menghancurkan sebagian besar fisik kapal, alur penyeberangan umum Merak–Bakauheni dilaporkan tidak terganggu karena posisi KMP Batu Mandi berada di alur masuk pelabuhan. Kondisi gelombang laut Selat Sunda yang tenang juga turut mendukung kelancaran operasi pemadaman dan pencarian hingga malam hari.