12 April 2023 22:59
Kode Jokowi soal penggabungan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dan Koalisi Indonesia Bersatu sepertinya seolah gayung bersambut dengan wacana Koalisi Besar bernama 'Tim Jokowi'. Namun penentuan capres-cawapres bakal jadi tantangan tersendiri.
Banyaknya kepentingan yang perlu diakomodasi membuat Koalisi Besar ini dinilai sarat akan friksi. Penjajakan pembentukan Koalisi Besar rupanya masih terbentur sejumlah tantangan. PKB sebagai mitra koalisi Gerindra memandang belum ada urgensinya membangun Koalisi Besar. PPP menyebut Koalisi Besar tidak akan terbentuk tanpa melibatkan PDIP.
Menanggapi hal itu, Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut upaya Prabowo yang melakukan komunikasi ke berbagai parpol bukan merupakan upaya merancang Koalisi Besar, namun Dahnil menyebut itu merupakan kerja sama Koalisi Kebangsaan.
"Tidak ada koalisi besar, yang ada adalah kerjasama, bergotong royong dengan seluruh kekuatan yang punya visi sama," ujar Dahnil.
Selain itu politisi PDIP Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut partainya selalu konsisten berada di luar pemerintahan di era SBY.
"Memang dalam terminilogi presidensial itu tidak dikenal dengan koalisi maupun oposisi. Jadi begitupun dengan kami (PDIP) sejak awal itu bahkan pada masa pemerintahan SBY PDI perjuanagan menyebut dirinya di luar pemerintah," ujar Masinton.
Akhir akhir ini Presiden Jokowi disebut mengatur pembentukan koalisi besar. Koalisi Besar atau yang disebut juga Koalisi Kebangsaan kemungkinan terdiri dari gabungan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). KKIR terdiri dari Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sementara KIB terdiri dari PAN, Golkar dan PPP.