Jenazah Pendaki Asal Papua Ditemukan di Gunung Dukono

9 May 2026 18:59

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah pendaki Gunung Dukono yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi gunung api tersebut di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu 9 Mei 2026. Korban diketahui bernama Angel, seorang pendaki asal Jayapura, Papua.

Jenazah Angel ditemukan sekitar pukul 16.00 WIT di kawasan puncak Gunung Dukono. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan proses evakuasi menuju pos evakuasi Gunung Dukono di Desa Mamuyu, Halmahera Utara. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit akibat cuaca buruk dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah pendaki yang diketahui bernama Angel. Tim SAR sementara melakukan evakuasi menurunkan jenazah dari puncak Dukono ke pos evakuasi Gunung Dukono yang terletak di Desa Mamuyu,” ujar Kontributor Metro TV Ifan Gusti, dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 9 Mei 2026.

Angel diketahui merupakan warga Papua yang bekerja sebagai karyawan PT Pertamina di wilayah Ternate. Keluarga dan kerabat korban juga telah berada di pos evakuasi untuk menunggu proses penyerahan jenazah.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan hujan deras yang mengguyur kawasan puncak sejak siang hari menyebabkan medan pencarian menjadi semakin berat. Selain itu, lontaran lava pijar di sekitar lokasi korban juga menghambat proses evakuasi.

“Hujan deras dan banjir di kawasan puncak menjadi kendala. Selain itu terdapat lontaran lava pijar di sekitar lokasi jenazah sehingga menyulitkan proses evakuasi,” lanjutnya.

Pendaki Singapura belum ditemukan


Sementara itu, dua pendaki asal Singapura masih dinyatakan hilang. Masing-masing bernama Heng Wan Chiang Timothy (30) dan Shahin Murhaz bin Abdul Hamid (27). Operasi pencarian terhadap keduanya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Sebanyak 103 personel SAR diterjunkan dalam operasi pencarian hari kedua. Tim dibagi menjadi empat kelompok untuk menyisir area puncak Gunung Dukono melalui jalur darat dan udara menggunakan drone.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim SAR menghadapi tantangan besar karena aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung sewaktu-waktu.

“Ketika situasi aman kami mendekat ke sekitar kawah, namun saat terjadi erupsi semua personel harus kembali ke titik aman,” kata Iwan.

Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Dukono milik PVMBG guna memastikan keselamatan personel selama operasi berlangsung.

Berdasarkan laporan di lapangan, Gunung Dukono tercatat mengalami 16 kali erupsi susulan sejak pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut membuat proses pencarian harus dilakukan secara bergantian menyesuaikan situasi di sekitar kawah.

Di pos evakuasi Desa Mamuyu, sejumlah masyarakat, aparat pemerintah daerah, hingga perwakilan Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia tampak memantau perkembangan proses pencarian dan evakuasi korban.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG kembali mengingatkan masyarakat dan pendaki agar tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah Gunung Dukono.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)