Erupsi Gunung Dukono. (Dok Pos PGA Dukono)
BNPB: Aktivitas Gunung Dukono Masih Tinggi
Lukman Diah Sari • 9 May 2026 13:36
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut aktivitas vulkanis Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, masih tinggi. Hal itu berdasarkan laporan pos pengamatan gunung api (PGA) Dukono.
"Pos PGA Dukono melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang berstatus Level II (Waspada) masih tergolong tinggi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam rilis resmi, Sabtu, 9 Mei 2026.
Hasil pemantauan PVMBG pada Sabtu, 9 Mei 2026, sejak dini hari hingga pukul 11.00 WIT mencatat beberapa kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.57 WIT dengan lontaran lava pijar yang terpantau dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara erupsi. (Metro TV/ Ifan Gusti)
Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 06.10 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak dan mengarah ke utara. Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 07.31 WIT dan 09.12 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak dan condong ke arah barat laut dan timur.
"Kemudian pada pukul 11.07 WIT, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak mengarah ke timur laut, timur dan tenggara," jelas dia.
PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan Gunung Dukono masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo cukup besar, yang menunjukkan erupsi masih berlangsung dengan intensitas tinggi.
Tiga Pendaki Masih Hilang
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga pendaki yang dinyatakan hilang pasca-erupsi Gunung Dukono, pada Jumat, 8 Mei 2026. Dari tiga pendaki itu, dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura atas nama Heng Wan Qiang, 30, dan Shanin Murhez bin Abdul Hamid, 27. Sedangkan satu pendaki lainnya, yakni Enjel, warga Jayapura, Papua.Informasi terbaru menyebutkan, posisi dua WNA Singapura itu terdeteksi di dekat bibir kawah. Menurut Abdul, berada di sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama. Sedangkan lokasi satu pendaki asal Papua masih dalam pelacakan.
BNPB melaporkan meskipun posisi dua WNA sudah diketahui, namun proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi medan yang ekstrem dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih sangat tinggi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com