15 May 2026 00:41
Pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing memunculkan sejumlah kesepakatan strategis. Namun, mantan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Prof. Imron Cotan, menilai beberapa poin kesepakatan tersebut sebenarnya adalah non-isu yang hanya mencuat akibat eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.
?Dalam program Kontroversi, Metro TV, Prof. Imron menyoroti agenda mengenai Teheran dan nuklir Iran yang menjadi salah satu topik bahasan utama kedua pemimpin negara besar tersebut.
Isu Nuklir: Formalitas yang Dibesar-besarkan?
Menurut Prof. Imron, kesepakatan agar Iran tidak memiliki program senjata nuklir sebenarnya bukan merupakan sebuah terobosan diplomatik baru. Ia menjelaskan bahwa secara hukum internasional, Iran sudah terikat dalam berbagai aturan ketat.
"Iran itu adalah anggota NPT (Non-Proliferation Treaty) dan diawasi oleh sistem safeguard yang diterapkan oleh IAEA. Sejauh ini, International Atomic Energy Agency belum mendeteksi bahwa Iran sudah dan akan memproduksi senjata nuklir," ujar Prof. Imron Cotan.
Baca Juga :