13 May 2026 16:51
Tiongkok, sebagai negara pembeli energi terbesar di dunia, menghadapi ancaman krisis setelah volume impor energi mereka dilaporkan anjlok tajam pada April 2026. Penurunan ini merupakan dampak langsung dari hampir terhentinya pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur maritim paling vital bagi pasokan energi global.
Berdasarkan data terbaru dari Bea Cukai Tiongkok yang dirilis pada Sabtu, 9 Mei 2026, volume pengiriman minyak mentah turun sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 38,47 juta ton. Angka ini menandai level terendah sejak Juli 2022.
Sektor gas juga tidak luput dari dampak tersebut, di mana impor gas alam turun 13% menjadi 8,42 juta ton. Data analitik dari Kepler menunjukkan bahwa pembelian LNG oleh Tiongkok bahkan telah jatuh ke level terendah dalam delapan tahun terakhir.
| Baca juga: Impor Minyak Mentah dari Nigeria Sudah Masuk Indonesia |