24 Ribu Warga Masih Mengungsi, Bantuan Gempa Mulai Berdatangan ke Nagekeo

Metro TV • 24 August 2026 15:47

Nagekeo: Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa mengguncang wilayah Flores. Bantuan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang masih bertahan di pengungsian serta mendukung pemulihan fasilitas yang rusak.

Sekitar 24 ribu warga Nagekeo masih mengungsi. Sementara itu, sekitar 7 ribu rumah dan bangunan mengalami kerusakan, termasuk gereja dan sekolah. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan warga terdampak gempa masih tinggi. Bantuan yang dibutuhkan mencakup makanan, tempat tinggal sementara, hingga dukungan untuk memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sebagian warga juga belum berani kembali ke rumah karena masih mengalami trauma dan khawatir terhadap gempa susulan. Seiring kebutuhan yang masih besar, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan ke Nagekeo.
 



Salah satunya berupa bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar yang dihimpun penasihat Kapolri sekaligus putra daerah Nagekeo, Willian Yani Wea, bersama sejumlah sahabatnya. Willian mengatakan bantuan tunai tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

“Tentu bantuan ini sangat berarti. Saya senang karena bantuan ini, uang tunai kita ini bermasalah di uang tunai," ujar William.

Menurutnya, bantuan tunai diperlukan karena pemerintah daerah membutuhkan waktu dalam proses pengeluaran anggaran, terlebih saat pembahasan APBD Perubahan masih berlangsung.

“Kalaupun ada uang itu tidak bisa sekarang. Dia bisa menunggu sampai dengan awal September. Sehingga ketika tadi datang uang tunai saya rasa ini bisa menolong karena ada beberapa kebutuhan yang mendesak dan itu yang tidak bisa didiskusikan, kita harus eksekusi,” kata Willian.

Willian menegaskan, penggunaan bantuan tetap akan diawasi dan dipertanggungjawabkan melalui mekanisme yang berlaku dalam penanganan bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan warga yang sifatnya mendesak, sembari menunggu proses anggaran pemerintah berjalan.

Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, mengatakan bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat Flores pascagempa. Ia menyebut, bantuan awalnya hendak diberikan dalam bentuk barang. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi ketersediaan barang di sejumlah wilayah, bantuan akhirnya diberikan dalam bentuk tunai.

“Ketika Flores gempa, beberapa rekan tahu kami dari Flores, mereka memberitahu kami bisa sumbang apa. Kami bilang ya kalau bisa sumbang barang,” kata Gonzalo.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah kebutuhan barang disebut telah habis di beberapa daerah.

“Tetapi menurut mereka banyak barang saat ini yang sudah habis. Pertama di Ende, di Labuan Bajo habis, dan masih lebih banyak ada di Surabaya dan di Kupang. Akhirnya mereka putuskan untuk memberikan dana cash,” ujarnya.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X