12 September 2026 18:22
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi gempa bumi megathrust di Selat Sunda yang dampaknya dapat dirasakan hingga Jakarta. Masyarakat diminta tetap waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi.
Gempa megathrust Selat Sunda diperkirakan dapat mencapai magnitudo 8,9 dan berpotensi diikuti tsunami. Berdasarkan data BRIN, gelombang tsunami dari Selat Sunda membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mencapai pesisir utara Jakarta.
"BMKG sendiri memprediksi gempa megathrust yang terjadi ini bisa mencapai dengan magnitudo 8,9 yang diikuti dengan adanya potensi terjadinya tsunami," ujar Jurnalis Metro TV Indira Pramesti dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 12 September 2026.
Ketinggian gelombang tsunami yang diperkirakan mencapai pesisir utara Jakarta sekitar 0,5 meter. Sementara itu, ketinggian gelombang di wilayah pesisir Banten dan Jawa Barat diperkirakan dapat melebihi 1,5 meter.
Ancaman di Jakarta tidak hanya berasal dari tsunami. Guncangan gempa dengan intensitas 6 hingga 7 Modified Mercalli Intensity (MMI) juga berpotensi berdampak pada struktur bangunan dan permukiman. Kondisi tersebut diperkuat karakteristik tanah Jakarta yang berupa aluvial lunak sehingga getaran dapat terasa lebih kuat.
Selain megathrust Selat Sunda, Jakarta juga menghadapi potensi guncangan dari Sesar Cimandiri. Meski gempa yang ditimbulkan berada pada skala menengah, guncangan tetap berpotensi menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan.
Baca Juga :
Masyarakat yang berada di gedung tinggi diimbau tetap tenang dan memprioritaskan perlindungan kepala saat gempa terjadi. Setelah kondisi memungkinkan, masyarakat disarankan menghindari penggunaan lift dan menggunakan tangga darurat.
Sementara bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, khususnya Jakarta Utara, pemantauan informasi resmi BMKG dan sistem peringatan dini menjadi bagian penting dari mitigasi. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi gempa dengan magnitudo lebih dari 7.
Pemerintah dan pengembang juga dinilai perlu mempertimbangkan pengujian ketahanan bangunan serta infrastruktur umum sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat teknologi yang dapat memprediksi secara tepat kapan gempa megathrust akan terjadi. Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, melakukan langkah mitigasi, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.