8 September 2026 20:43
Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu membawa dampak serius bagi fasilitas pendidikan di Kabupaten Nagekeo. Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Nagekeo dilaporkan runtuh dan tidak dapat digunakan lagi untuk aktivitas belajar-mengajar.
Kondisi bangunan dua lantai tersebut kini memprihatinkan. Ruang baca, ruang bimbingan belajar, hingga berbagai alat multimedia edukasi mengalami kerusakan parah. Sejumlah koleksi buku dan alat permainan edukatif tertimbun reruntuhan dan sebagian besar tidak dapat diselamatkan.
"Beberapa buku tidak bisa diselamatkan. Yang lain masih bisa diselamatkan. Alat-alat permainan tidak bisa diselamatkan, sebagian multimedia juga diselamatkan dan lain-lain tidak bisa diselamatkan. Memang kami rasa kehilangan karena biasanya tempat ini sering anak-anak kumpul,” ujar PLT Kepala Dinas Perpustakaan Nagekeo, Serry Babonuwa, dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 8 September 2026.
Baca Juga :
Meski fasilitas fisik hancur, semangat literasi di Nagekeo tidak dibiarkan padam. Saat ini, seluruh pelayanan administrasi perpustakaan dialihkan ke tenda darurat yang dibangun oleh BNPB.
Untuk tetap menjangkau masyarakat, Dinas Perpustakaan Nagekeo melakukan jemput bola dengan mengubah pola layanan. Petugas perpustakaan kini aktif mengunjungi rumah-rumah warga di lingkungan RT serta sekolah-sekolah untuk memberikan akses bacaan.
"Saat ini untuk sementara pelayanan administrasinya kami pakai tenda dulu, tenda darurat. Sementara literasi, karena target indikator kami adalah kunjungan perpustakaan, kami terpaksa merubah pola. Polanya adalah kunjungan ke rumah, ke RT-RT atau ke sekolah-sekolah,” ungkap Serry.
Meski harus bertahan di tengah keterbatasan sarana, pihak Perpusda Nagekeo berkomitmen untuk terus menjaga asa dan mimpi anak-anak NTT agar tetap bisa belajar di tengah kondisi pascagempa.