Persiapan Asian Games 2026: Dari Tantangan Logistik Hingga Pemantapan Mental Atlet

12 September 2026 00:38

Kontingen Indonesia mematangkan berbagai persiapan teknis dan mental menjelang perhelatan Asian Games 2026, Indonesia memboyong sekitar 430 atlet yang bertanding di 35 cabang olahraga. Pada ajang ini, pemerintah menetapkan target perolehan empat medali emas, didukung dengan kepastian bonus senilai Rp3 miliar dari Presiden Prabowo Subianto bagi setiap atlet peraih medali emas.

Vice CDM Asian Games 2026, Rama Datau, menjelaskan bahwa tim CDM bertindak sebagai sistem pendukung (supporting system) mendampingi CDM Todo Tua Pasaribu. Tim CDM bertanggung jawab mengurus kelancaran logistik serta kebutuhan non-teknis kontingen. 

Beberapa rombongan atlet bahkan dilaporkan telah tiba di lokasi pertandingan di Jepang. Tim nasional bola basket, misalnya, sempat menempuh rute darat menuju Surabaya sebelum terbang ke Jepang akibat penerbangan dari Jakarta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Di samping penanganan logistik, Rama menggarisbawahi bahwa kesiapan mental dan rasa percaya diri atlet merupakan faktor krusial sekaligus tantangan terberat menjelang pertandingan.
 



"Kalau fisik skill itu bisa dilatih ya. Tapi kalau mental itu balik lagi ke diri kita gitu, enggak ada yang bisa ngelatih mental untuk bisa lebih percaya diri," ujar  Rama dalam tayangan Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 11 September 2026.

Sementara itu, kesiapan juga ditunjukkan oleh cabang olahraga baru Teqball yang melakukan debutnya di Asian Games. Timnas Teqball Indonesia meloloskan dua atlet terbaik hasil kualifikasi nasional, yaitu Yoga yang berada di peringkat 40 besar dunia tunggal putra serta Maya di peringkat 49 dunia tunggal putri. 

Pada ajang kali ini, Indonesia akan berlaga di tiga nomor perlombaan, yakni Tunggal Putra, Tunggal Putri, dan Ganda Putra.

Manajer Timnas Teqball Indonesia, Iptu Umar Aryoseno Junior menyampaikan bahwa para atlet telah menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak Maret. Memasuki fase akhir jelang keberangkatan, pendampingan psikologis diberikan secara intensif untuk menjaga fokus dan mental bertanding.

"Kita sudah siap untuk istilahnya bertarung dengan melaksanakan pelatnas dari bulan Maret sampai sekarang. Fokus ke mental dan fokus di latihan banyak match. Gimana cara jaga mental teman-teman ini, kita juga ada istilahnya psikologi atlet kita datangkan juga supaya mereka bisa ada sesi curhat," ungkap Umar. 

Penasaran dengan ulasan lebih mendalam mengenai persiapan atlet Indonesia menuju Asian Games 2026? Simak selengkapnya dalam program Meet Nite Live di Metro TV!

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X