Bisakah Manusia Hidup Hingga 100 Tahun? Ini Penjelasan Ilmuwan

13 January 2026 10:08

Jakarta: Berbagai penelitian ilmiah terus dilakukan secara intensif untuk menggali kemungkinan manusia hidup dengan usia yang jauh lebih panjang dari rata-rata saat ini. Kendati demikian, harapan untuk memperpanjang usia harapan hidup manusia secara signifikan masih menjadi perdebatan hangat di kalangan para ahli medis.

Dilansir dari National Geographic Indonesia, perusahaan teknologi Google pernah menginisiasi proyek penelitian bioteknologi bernama Calico pada tahun 2014 silam. Tujuan utama riset ambisius tersebut adalah mencari metode efektif untuk memperlambat penuaan serta mengidentifikasi wabah penyakit yang berpotensi memperpendek usia manusia.

Meskipun dana besar telah digelontorkan untuk berbagai penelitian, sejumlah ilmuwan meyakini bahwa intervensi teknologi tidak dapat sepenuhnya melampaui batasan alami tubuh manusia. Para peneliti tetap percaya bahwa penerapan pola hidup sehat menjadi kunci utama dan paling realistis untuk mencapai usia panjang.
 

 

Pandangan Ahli Mengenai Batas Biologis

Para ahli memiliki pandangan berbeda mengenai mekanisme penuaan, mulai dari konsep "garansi" tubuh hingga risiko penyakit degeneratif yang mengintai di usia senja. Berikut adalah rangkuman pendapat para ilmuwan mengenai fenomena usia panjang pada manusia.

Thomas Perls dari Boston University School of Medicine memfokuskan studinya pada pertanyaan mendasar mengenai faktor apa yang membuat sebagian orang mampu bertahan hidup lebih lama. Menurutnya, setiap tubuh manusia memiliki masa "garansi" biologis yang berbeda-beda sebelum akhirnya mengalami penurunan fungsi organ secara alami.

Beberapa individu terbukti mampu bertahan hidup hingga beberapa dekade melampaui rata-rata, namun mereka tetap tidak bisa menghindari penurunan kondisi fisik. Mereka pada akhirnya tetap harus merasakan kondisi penurunan fungsi tubuh yang signifikan dan tak terelakkan di penghujung usianya.

Sementara itu, Caleb Finch dari University of Southern California mengingatkan bahwa hidup dengan usia sangat panjang justru membawa risiko gangguan otak yang lebih besar. Finch memperkirakan bahwa batas maksimum kemampuan hidup manusia secara biologis kemungkinan besar berada di angka 120 tahun.

“Sepertinya batas maksimun manusia hidup ialah 120 tahun. Jika hidup lebih dari usia 100 tahun, maka semakin besar mengalami Alzheimer.” Ujarnya dikutip dari National Geographic, Selasa, 13 Januari 2026. 

Risiko kesehatan degeneratif akan meningkat drastis seiring bertambahnya angka harapan hidup seseorang melewati ambang batas tertentu. Jika seseorang memaksakan diri hidup lebih dari usia 100 tahun, potensi untuk mengalami penyakit berat seperti Alzheimer akan menjadi semakin besar.

Temuan-temuan ini memberikan perspektif baru bahwa panjangnya usia tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas kesehatan yang baik di masa tua. Ilmu pengetahuan terus mencari keseimbangan ideal antara memperpanjang umur dan menjaga fungsi vital tubuh manusia agar tetap optimal.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)