8 July 2026 23:06
Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas usai militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, komando militer utama Iran, mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi terang-terangan yang melanggar komitmen gencatan senjata.
Dikutip dari Primetime News, Metro TV, Rabu 8 Juli 2026, Pihak militer Iran menegaskan tidak akan tinggal diam atas provokasi ini. Angkatan Bersenjata Iran bersumpah akan memberikan "tanggapan yang menghancurkan" dan memastikan tidak akan membiarkan campur tangan Amerika Serikat dalam pengelolaan perairan strategis Selat Hormuz dalam kondisi apa pun.
Respons perlawanan langsung ditunjukkan oleh militer Iran pasca-serangan tersebut. Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Moebbi, mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh sebuah drone canggih MQ-9 buatan Amerika Serikat di atas wilayah udara Kormuz, Provinsi Bushehr.