Upaya memperkuat dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, terus digencarkan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebagai langkah strategis, PTFI resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Kerja sama tripartit ini bertujuan untuk menyatukan arah pembangunan agar setiap program yang dijalankan lebih terpadu, efektif, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat asli Papua.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan bahwa kolaborasi antarkepentingan sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, melalui pelembagaan MoU ini, koordinasi diharapkan menjadi lebih tajam dan terarah, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi berbasis desa.
"Jadi jangan sampai jalan sendiri-sendiri. Walaupun kami bersama-sama, tapi ada beberapa program yang Freeport lakukan, YPMAK lakukan, dan Pemkab juga lakukan. Nah, dengan (MoU) ini akan lebih sinergi, terintegrasi, dan terkoordinasi sehingga tidak terjadi overlapping (tumpang tindih)," jelas Tony Wenas dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Kamis 18 Juni 2026.
Tantangan Geografis dan Kontribusi Nyata
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyambut baik langkah sinergis ini. Ia menegaskan bahwa MoU tersebut harus segera diikuti dengan komunikasi dan eksekusi lapangan yang kuat. Pasalnya, Kabupaten Mimika memiliki tantangan geografis yang cukup ekstrem, mulai dari kawasan pegunungan terjal hingga wilayah pesisir yang sulit dijangkau.
Lebih lanjut, Johannes juga mengapresiasi sumbangsih PTFI yang secara konsisten mendukung kemajuan daerahnya.
"PT Freeport sudah memberikan kontribusi langsung kepada Pemkab Mimika dan Provinsi Papua Tengah sebagai daerah penghasil, serta kepada kabupaten-kabupaten lain di seluruh tanah Papua," ungkap Johannes.
Beasiswa hingga Layanan Kesehatan Gratis
Di sisi lain, YPMAK memegang peran krusial dalam menyalurkan dana kemitraan sebesar 1 persen dari penghasilan kotor PTFI.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, membeberkan bahwa yayasannya telah membiayai lebih dari 4.000 penerima beasiswa yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air hingga luar negeri.
"Selain beasiswa, ada (program) asrama juga yang kita kerjasamakan dengan mitra-mitra pendidikan kita," tutur Leonardus.
Tak hanya pendidikan, YPMAK juga menjamin layanan kesehatan gratis bagi masyarakat asli Papua melalui Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).
Suntikan Dana Triliunan Rupiah untuk Mimika
Berdasarkan data, kontribusi ekonomi langsung PT Freeport Indonesia kepada Kabupaten Mimika pada periode 2019 hingga 2024 menembus angka Rp22 triliun.
Tren positif ini terus berlanjut. Pada tahun 2025, Pemkab Mimika menerima sekitar Rp4,8 triliun yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan pajak. Sementara itu, pada tahun 2026, Mimika diproyeksikan mendapat tambahan Rp1,2 triliun dari pembagian keuntungan bersih perusahaan, sehingga total penerimaan daerah menyentuh angka Rp6 triliun.
Melalui kolaborasi yang semakin erat ini, seluruh pihak optimistis program percepatan pembangunan di Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih terintegrasi demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat.