Likuiditas Februari 2026 Tembus Rp10.089 Triliun

30 March 2026 18:40

Jakarta: Likuiditas perekonomian Indonesia atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap mencatatkan tren positif pada Februari 2026. Posisi M2 tercatat mencapai Rp10.089,9 triliun, tumbuh sebesar 8,7 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).

Meskipun masih tumbuh kuat, angka ini menunjukkan sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari 2026 yang sempat menyentuh angka 10 persen (YoY).
 

Baca Juga: Apa Itu Likuiditas dan Mengapa Penting bagi Kesehatan Finansial?

Pertumbuhan likuiditas pada bulan kedua tahun ini ditopang oleh dua komponen utama yakni Uang Beredar M1 (arti sempit) yang tumbuh progresif sebesar 14,4 persen (YoY) dan Uang Kuasi yang encatatkan pertumbuhan sebesar 3,1 persen (YoY).

Analisis terhadap faktor yang mempengaruhi M2 menunjukkan adanya pergeseran motor penggerak. Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat menjadi faktor pendorong utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 25,6 persen (YoY), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 22,6 persen (YoY).

Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan mengalami sedikit moderasi. Pada Februari 2026, kredit tumbuh sebesar 8,9 persen (YoY), menurun tipis dari capaian Januari yang berada di level 10,2 persen (YoY). Sinergi antara belanja pemerintah dan penyaluran kredit tetap menjadi pilar utama terjaganya stabilitas likuiditas nasional di tengah dinamika ekonomi global.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)