.,
1 February 2026 18:31
Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Jakarta Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah terdampak berada di Kelurahan Tegal Alur, Marunda, dan Kapuk Muara.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah tempat pengungsian, tetapi banyak warga memilih tetap bertahan di rumah, meskipun kawasan mereka telah terendam banjir hingga satu bulan. Sarinah, misalnya, perempuan paruh baya tersebut tinggal di RT 2 RW 4 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Ketinggian banjir di lokasi rumahnya sudah cukup surut hingga mencapai 10–20 cm. “Iya, benar. Udah sebulan orang-orang sudah pada ngungsi, tapi saya enggak mengungsi soalnya ya pasang surut sih kayak gini, nungguin rumah,” ujar Sarinah.
Baca Juga :
Ia menyebut ketinggian banjir sebelumnya bahkan mencapai setinggi paha, yakni sekitar 50–60 cm. Sarinah menyebut bahwa untuk menjalani aktivitas di rumah, warga terpaksa membuat jembatan dari batako agar dapat bergerak tanpa harus terus-menerus menginjak air.
Sarinah memilih bertahan di rumah karena kapasitas salah satu posko pengungsian terdekatnya, yaitu Masjid Nurul Jannah, sudah penuh. “Di masjid sekarang katanya sudah penuh... Ini di rumah aja dulu,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa banjir parah baru terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Sebelumnya, banjir besar hanya terjadi lima tahunan. “Kalau yang dulu masa seminggu udah surutan. Kalau ini udah sebulan pasang surut terus. Hujan nambah lagi, nambah lagi,” jelasnya. Sarinah berharap banjir segera surut, mengingat sudah satu bulan mereka hidup dalam kondisi pasang surut air yang mengganggu aktivitas sehari-hari.