Atasi Karhutla Tanjung Puting, Prabowo Kucurkan Rp2 Miliar untuk Sumur Bor

13 October 2026 16:24

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Sebagai langkah tanggap darurat, Kepala Negara langsung menyetujui kucuran dana sebesar Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik sumur bor air guna memfasilitasi pemadaman.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas area yang terbakar di kawasan cagar biosfer tersebut telah mencapai sekitar 513 hektare. Saat ini, operasi udara masih lumpuh akibat rendahnya jarak pandang yang tertutup asap pekat, sehingga pemadaman bertumpu sepenuhnya pada kekuatan Satgas Darat.

Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, melaporkan langsung kepada Presiden mengenai tingginya tingkat kesulitan di lapangan. Titik api terpencar di area rawa yang tidak dapat diakses oleh kendaraan roda empat. Selain itu, petugas juga dihadapkan pada risiko ancaman satwa liar endemik di kawasan tersebut.
 



"Itu lokasinya memang sangat terpencar wilayahnya. Dan wilayahnya rawa, kemudian bukan hanya orangutan saja yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas, termasuk buaya itu juga masih ada, ular, dan sebagainya. Oleh karena itu untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati," lapor Zainul dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Selasa 13 Oktober 2026. 

Zainul juga menekankan pentingnya kawasan ini di mata internasional. Pada hari pelaporan saja, terdapat 247 wisatawan mancanegara di Tanjung Puting, menggenapi total 66.000 kunjungan turis asing sepanjang tahun ini.

Untuk menyiasati medan rawa yang sulit ditembus kendaraan, Satgas Gabungan sangat bergantung pada pompa air ukuran kecil (alkon) dan alat bor air. Zainul menyebut pihaknya membutuhkan tambahan sekitar 50 unit alat pompa dan bor air darat yang bisa menembus kedalaman rawa 10 hingga 15 meter.

Merespons laporan tersebut, Presiden Prabowo langsung mengambil keputusan cepat dengan melipatgandakan jumlah bantuan peralatan yang diminta oleh Satgas di lapangan.

"Kirim, kirim. Ini terbatas, mungkin dari Jawa dikirim, saya kirim 200," tegas Prabowo.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X