Presiden Konsolidasi Penerbang TNI-Polri Tangani Kendala Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden Konsolidasi Penerbang TNI-Polri Tangani Kendala Pemadaman Karhutla Tanjung Puting

Kautsar Widya Prabowo • 13 October 2026 14:25

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto segera mengonsolidasikan seluruh unsur penerbang dari TNI dan Polri menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Penanganan karhutla di daerah tersebut terkendala operasi pemadaman udara (water bombing).

“Baik, oke. Nanti kita konsolidasi ya. TNI ya. Polri ya. Konsolidasi penerbang-penerbang,” tegas Prabowo menanggapi laporan penanganan karhutla dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Langkah percepatan dan konsolidasi tersebut diambil Presiden usai menerima laporan terkait minimnya jarak pandang (visibility). Kondisi ini akibat ketebalan kabut asap di atas kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa jarak pandang di lokasi kebakaran saat ini hanya tersisa sekitar 500 meter. Kondisi ini menyulitkan operasi pemadaman dari udara yang membutuhkan batas aman penerbangan tinggi.

“Sampai saat ini tadi saya dengan Danlanud, dilaporkan kurang lebih 500 meter, Bapak, visibility,” ujar Zainul di hadapan Presiden Prabowo.


Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. MGN.

Aturan operasional penerbangan swasta mensyaratkan jarak pandang minimal 5.000 meter untuk melakukan water bombing. Terhadap aturan itu, Zainul mengusulkan agar pengerahan armada beserta penerbang dari TNI Angkatan Udara dimaksimalkan.

Ia mencontohkan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Penerbang TNI tetap mampu melaksanakan misi pemadaman dari udara meskipun jarak pandang berada di angka 3.000 meter. 

(Fachri Audhia Hafiez)