Asap Karhutla Makin Pekat, Pedagang di Sampit Tetap Jualan demi Bertahan Hidup

9 October 2026 19:06

Kotim: Pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tetap berjualan di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka bertahan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari meski kondisi udara mengganggu kesehatan dan membuat pembeli sepi.

Kepulan asap menyelimuti kawasan Taman Kota Sampit. Bau asap yang menyengat dan mata perih menjadi tantangan bagi para pedagang yang beraktivitas di luar ruangan. Mereka juga khawatir terhadap dampak kesehatan jika terus terpapar asap dalam waktu lama.

Salah seorang pedagang, Harti, mengatakan dirinya tetap harus berjualan meski kondisi tersebut membuatnya khawatir terhadap kesehatan.

“Kalau tidak jualan ya repot. Tapi kalau mau jualan, intinya kesehatan yang jadi masalah,” kata Harti dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat 9 Oktober 2026.

Harti mengatakan, biasanya ia berangkat berjualan sekitar pukul 05.00 WIB ketika kondisi udara normal. Namun, kabut asap yang semakin pekat membuatnya baru bisa berangkat sekitar pukul 06.00 WIB. Jumlah pembeli pun berkurang dibandingkan hari-hari tanpa kabut asap.

“Nah sekarang tuh jam 6 lah kita baru berangkat bisanya. Soalnya mah sepi. Nah ini orang jogging aja nggak ada. Orang mobil-mobil juga nggak ada. Biasanya kalau jam gini sudah ramai kalau nggak ada kabut asap,” ujarnya.

Sepinya aktivitas di sekitar taman turut memengaruhi suasana tempat berjualan. Jika biasanya kawasan tersebut mulai ramai sejak pagi, kini jumlah warga yang berolahraga maupun melintas dengan kendaraan terlihat berkurang.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X