7 November 2026 16:58
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pertemuan tertutup menjelang penangkapan sejumlah perwira tinggi serta kasus penyadapan pejabat negara.
Bahlil meminta pihak yang menyampaikan tuduhan tersebut membuktikan pernyataannya dan mengancam menempuh jalur hukum jika tidak dapat menunjukkan bukti. Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam pidatonya saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku di Ambon, Maluku.
"Tiba-tiba ada suatu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, mengatakan bahwa tiga jam sebelum para jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka. Tuduhannya diarahkan ke saya," ujar Bahlil di hadapan kader Golkar, dikutip dari tayangan Special Program Metro TV, Sabtu, 7 November 2026.
Bahlil menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk fitnah politik. Ia juga menegaskan dirinya justru menjadi salah satu pihak yang mengaku turut menjadi korban penyadapan.
"Bagaimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap? Ini berbahaya, membangun persepsi yang tidak sehat atas nama demokrasi," tegasnya.