4 November 2026 15:23
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menegaskan ekspor listrik ke Singapura hanya dapat dilakukan jika harga yang ditawarkan sesuai dengan perhitungan Pemerintah Indonesia. Bahlil bahkan mewanti-wanti Danantara agar tidak terpengaruh lobi pihak manapun yang berupaya menurunkan harga jual listrik Indonesia.
“Menyangkut dengan ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama kita memperhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita enggak bisa. Karena itu saya minta untuk Danantara nggak boleh dilobi untuk mau mengikuti agar harga bisa turun. Karena ESDM sudah membuat perhitungan, harganya sesuai dengan apa yang sudah kita sampaikan proposalnya,” ujar Bahlill di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu 4 November 2026.
Tidak hanya soal harga, pemerintah juga menegaskan, pemenuhan kebutuhan listrik domestik harus didahulukan. Bahlil menyatakan, Indonesia tidak akan memaksakan ekspor jika kesepakatan harga belum tercapai. Artinya, peluang ekspor tetap terbuka, namun dengan syarat yang ditetapkan Indonesia dan tanpa mengorbankan kebutuhan energi di dalam negeri.
“Selama harganya cocok, ikuti harga kita, memungkinkan, dong. Tetapi kalau harganya tidak cocok, kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri. Itu. Dan kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan kita di domestik,” katanya.