Perkuat Ketahanan Energi, RI Susun Strategi Penggunaan BBM Campuran Etanol hingga E50

4 November 2026 13:11

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan strategi implementasi kebijakan bahan bakar campuran etanol mulai dari jenis E20 hingga E50 sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Penyiapan stategi tersebut merupakan tindak lanjut dari program Presiden Prabowo Subianto yang hendak menguatkan sejumlah sektor strategis, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pertanian, hingga energi. 

"Dan kami sudah menyiapkan rencana strategisnya. Saya dengan Pak Mentan, itu adalah kolaborasi antara Kementan dengan ESDM," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 4 November 2026. 

Selain itu, pemerintah juga berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah di wilayah Sumatera. Pembangunan ini ditargetkan dapat meningkatkan kapasitas cadangan minyak nasional secara bertahap dan ditargetkan mendekati standar minimum cadangan minyak dunia selama 90 hari.
 


"Kita akan membangun penyimpanan minyak mentah beberapa di wilayah Sumatera, agar ketika kita melakukan impor crude, semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 90 hari," kata Bahlil.

Sementara itu, Bahlil memastikan program Biodiesel B50 tetap dipertahankan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tahu ujungnya ke mana," jelas Bahlil. 

(Lutfia Azzahra)

(Husen Miftahudin)


Close Ads X
Close Ads X