28 October 2026 16:16
Palembang: Operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dimaksimalkan di Sumatra Selatan untuk menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan menjadi peluang bagi petugas untuk memperluas pembasahan di wilayah rawan kebakaran, terutama kawasan dengan lahan gambut yang luas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan pertumbuhan awan hujan di Sumatra Selatan terpantau cukup masif pada 28 Oktober. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
“Dari sisi dinamika atmosfer, memang ini secara potensi sudah ada beberapa bibit hujan yang memang menjadi hujan,” kata Siswanto dalam tayangan Headline News Metro TV, Rabu 28 Oktober 2026.
Meski potensi hujan mulai terbentuk, Posko OMC tetap mengintensifkan penyemaian awan menggunakan natrium klorida (NaCl). Upaya ini dilakukan untuk mendorong awan potensial agar menghasilkan hujan yang lebih lebat dan menjangkau wilayah lebih luas.
Siswanto menjelaskan, penyemaian diprioritaskan pada wilayah yang menjadi pusat kebakaran hutan dan lahan serta memiliki kawasan gambut cukup luas.
“Ini kita masifkan dengan adanya operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan bahan semai NaCl, khususnya untuk beberapa wilayah target yang memang saat ini dari sisi pusat kebakaran hutan lahan yang memiliki lahan gambut cukup luas itu kita targetkan untuk operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.
Melalui operasi tersebut, petugas berharap hujan yang turun tidak hanya meningkat intensitasnya, tetapi juga mencakup wilayah yang lebih luas sehingga membantu membasahi kawasan rawan karhutla.
“Sehingga memang hujan yang jatuh harapannya adalah menjadi lebih lebat dan dari luasan dan wilayahnya itu menjadi lebih banyak,” kata Siswanto.