Perilaku Keseharian Tersangka Pembunuhan Ibu & Anak di Subang Diinvestigasi

2 November 2023 18:07

Tim penyedik Polda Jawa Barat memeriksa saksi yakni anak kandung dari Yosef, tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. Pemeriksaan digelar untuk mengetahui perilaku keseharian dari tersangka terhadap keluarganya maupun kepada kedua korban.

Pasca penggeledahan di empat lokasi kasus pembunuhan ibu dan anak di kawasan Cagak, Subang, tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Youris, anak kandung dari tersangka Yosef. Pemeriksa saksi ini digelar secara tertutup di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jawa Barat

Selain Youris, tim penyidik juga memeriksa seorang anggota Polri yang bertugas sebagai banpol serta satu saksi lainnya. 

"Pemeriksaan tambahan terhadap Yoris ini untuk mengetahui secara pasti perilaku atau sikap tersangka Yosef terhadap keluarga dan kedua korbannya," kata Dirreskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan, baru-baru ini.

Mewakili pihak keluarga, Youris mengatakan bersyukur karena polisi akhirnya bisa mengungkap kasus pembunuhan terhadap ibu dan adiknya yang sempat tertunda pengungkapannya selama dua tahun. Namun, Yoris mengaku sangat kecewa telah mengetahui sosok tersangka pembunuhnya yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

"Alhamdulillah pelaku sudah ditetapkan, namun ada di sisi lain ada rasa kecewa, sedih juga. Pelaku ini mungkin orang terdekat," ucap Youris.

Polda Jawa Barat telah menetapkan lima tersangka pada kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu yang terjadi pada 18 Agustus 2021. Adapun kelima tersangkanya yakni M Ramdanu yang merupakan keponakan korban, Yosep selaku suami sekaligus ayah korban, Mimin Mintarsih istri muda Yosep, serta kedua anak mimin, Arighi dan Abi.

Titik terang terkait motif pembunuhan mulai terkuak usai tim penyidik memeriksa Yayasan Pendidikan Bina Prestasi Nasional yang didirikan oleh tersangka Yosef. Terutama soal pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan adanya data siswa fiktif pada yayasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)