Disandera Enam Bulan di Somalia, ABK WNI Selamat Usai Pura-pura Tewas Saat Ditembak Perompak

7 October 2026 09:39

Seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dari kapal MT Under, Fiki, berhasil lolos dari maut setelah disekap selama enam bulan oleh perompak di Somalia. Fiki menyelamatkan diri dengan bersiasat pura-pura mati setelah ditembak oleh salah seorang pembajak.

Duta Besar RI untuk Kenya, Witjaksono Adi, mengungkapkan bahwa Fiki awalnya termasuk salah satu tawanan yang telah diikat dan bersiap dieksekusi mati. Namun, ikatan talinya kemudian dilepas oleh salah satu pembajak yang berupaya melarikan diri. Witjaksono membeberkan bahwa terjadi perselisihan di internal kelompok perompak saat Fiki diminta membantu menurunkan sekoci.

"Termasuk yang harusnya dieksekusi karena diikat mereka itu. Tapi Fiki itu dilepaskan talinya oleh pembajak karena pembajak meminta dia menurunkan sekoci, mengoperasikan derek untuk menurunkan sekoci supaya mereka bisa kabur. Ada bagian pembajak yang menyuruh dia seperti itu, tapi ada bagian pembajak lain yang bilang kita enggak boleh kabur, jangan," ungkap Witjaksono dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.

Aksi Fiki yang menuruti perintah menurunkan sekoci tersebut menyulut amarah kubu perompak yang menolak melarikan diri. Akibatnya, Fiki langsung ditembak di tempat. Beruntung, tembakan pertama meleset dari kepala dan tembakan kedua mengenai kakinya. Melihat situasi kritis tersebut, Fiki berinisiatif mematung dan tidak bergerak agar disangka telah tewas

"Dia ditembak oleh pembajak yang marah kepada Fiki karena dia menurunkan sekoci. Ditembak enggak kena kepala, terus kemudian ditembak kedua kena kaki, dia katanya pura-pura mati, pura-pura mati enggak bergerak diam saja, dan dia juga dibantu oleh pembajak lain," tutur Witjaksono.

Berkat keberaniannya bersiasat di tengah ancaman peluru serta adanya pertolongan dari perompak lain, Fiki akhirnya berhasil melewati masa kritis dan selamat dari pembantaian tersebut.

Pada 30 April lalu, Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan empat WNI yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia dalam kondisi baik dan penanganan kasus masih berlangsung.

Awak kapal yang dibajak tersebut terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X