Kapten MT Honour 25 Minta Maaf Tak Bisa Selamatkan 5 Kru

Kapten Kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Metrotvnews.com/ Hendrik S)

Kapten MT Honour 25 Minta Maaf Tak Bisa Selamatkan 5 Kru

Hendrik Simorangkir • 6 October 2026 22:52

Tangerang: Kapten MT Honour 25, Ashari Samadikun, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah membantu membebaskannya dari penyanderaan perompak di perairan Somalia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada lima awak kapal yang meninggal dunia dalam insiden pembajakan tersebut.

"Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dalam keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ujar Ashari sembari menangis saat di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Saat kapal pertama kali dibajak perompak di perairan Somalia, Ashari langsung menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Nairobi, Kenya, untuk melaporkan kejadian tersebut.


"Saya berterima kasih sebesar-besarnya, sejak hari ke-10 saya mendapatkan kesempatan untuk menghubunginya sampai sekarang dengan koordinasi Kementerian Luar Negeri dan Perhubungan, kami bisa dibebaskan," jelas Ashari. 


Kapten Kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Metrotvnews.com/ Hendrik S)


Sebelumnya, empat warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 dan sempat dibajak perompak di perairan Somalia akhirnya pulang ke Tanah Air, Selasa, 6 Oktober 2026. Mereka tiba di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada pukul 18.41 WIB. 

Kepulangan keempat ABK tersebut disambut haru dan isak tangis keluarga. Kedatangan mereka juga disambut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir atau yang akrab disapa Tata.

Keempat ABK yang yang selamat, yakni Ashari Samadikun (Nakhoda/Kapten) asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Wahudinanto (Chief Officer) asal Pemalang, Jawa Tengah, Adi Faizal (2nd Officer) asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat (mengalami luka). 

(Silvana Febiari)