Batam: Menteri Transmigrasi Muhamad Iftitah Sulaiman menegaskan, arah baru program transmigrasi kini tak lagi sekadar memindahkan penduduk. Pemerintah mendorong transmigrasi menjadi bagian dari pembangunan kewilayahan, berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi.
Hal ini disampaikan Mentrans dalam media gathering bersama wartawan di Rempang, Batam.
Pemerintah menilai, penempatan penduduk saja tidak cukup untuk mengukur keberhasilan program transmigrasi. Kawasan transmigrasi diarahkan menjadi kawasan produktif, dengan aktivitas ekonomi dan investasi. Iftitah menyebut, masyarakat yang datang ke kawasan transmigrasi harus memiliki akses terhadap pekerjaan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan transmigrasi baru yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dari sekadar perpindahan penduduk menjadi pembangunan kewilayahan yang berbasis investasi, industrialisasi, hilirisasi dalam rangka menciptakan lebih banyak lapangan kerja juga dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” ujar Iftitah dalam acara Media Gathering Transmigrasi 2026, di Batam, Kepulauan Riau, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.
Pemerintah juga akan mendorong pengembangan infrastruktur dan ekosistem ekonomi di kawasan transmigrasi. Dengan demikian, transmigrasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengentaskan kemiskinan. (Emir Hamzah Al Farizi)