Gubernur Babel Prioritaskan Pemulihan Korban Terdampak Karhutla

14 October 2026 13:20

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani memprioritaskan pemulihan kondisi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, sebelum membangun kembali rumah-rumah yang hangus terbakar. Pemerintah Provinsi saat ini memastikan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara warga terpenuhi.

Hidayat mengatakan, setelah api berhasil dipadamkan, pemerintah daerah berfokus memastikan warga dalam kondisi aman dan sehat. Menurut dia, pembangunan fisik akan dilakukan setelah kondisi masyarakat pulih.

“Sekarang kita bukan pikir pembangunan dulu, kita menyelamatkan masyarakat dulu. Apabila masyarakatnya korban itu sudah sehat, sudah pulih baru kita lari ke fisik. Jadi saya berpikir bagaimana masyarakat aman dulu. Nah setelah aman baru kita lari fisik,” ujar Hidayat dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026.

Hidayat mengatakan, upaya pemadaman dikerahkan selama 24 jam melalui gotong royong hingga api berhasil dikendalikan.

“Dan satu kali 24 jam kita kerahkan seluruh masyarakat, gotong royong semuanya. Alhamdulillah selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.

Selain pemadaman, pemerintah juga menyiapkan bantuan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan bagi warga terdampak. Hidayat menyebut dokter, tenaga medis, perawat, dan dapur umum disiagakan untuk membantu masyarakat.

“Kita standby satu kali 24 jam, ada dokter, pendidikan, kesehatan, perawat standby hingga dapur umum. Masyarakat Bangka Belitung yang jauh-jauh pun datang ke sana untuk membantu apa warga kita yang lagi musibah ini,” ujar Hidayat.

Terkait pengungsian, Hidayat mengatakan sekitar 70 orang masih berada di satu posko yang berlokasi di sebuah sekolah dasar. Sementara itu, warga lainnya telah kembali ke rumah keluarga masing-masing untuk sementara waktu karena memiliki kerabat yang bersedia menampung mereka.

“Yang lainnya sudah kembali ke keluarga masing-masing. Ada keluarganya. Jadi tidak memberatkan bebanlah kira-kira. Hanya 70 orang yang masih di posko sampai hari ini,” katanya.

Setelah kebutuhan mendesak warga tertangani, pemerintah daerah mulai memikirkan pemulihan rumah yang terbakar. Hidayat mengatakan, pihaknya mengupayakan pembangunan kembali melalui gotong royong dan donasi dari para pengusaha.

“Mudah-mudahan dalam waktu singkat ini kami akan segera menerima donasi dari pengusaha-pengusaha yang bantu dengan rela untuk membangun rumah-rumah yang sudah hangus terbakar ini. Itu prinsip saya,” ujarnya.

Hidayat menyatakan pemerintah daerah masih berupaya menangani dampak kebakaran melalui musyawarah dan gotong royong. Ia mengatakan belum melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden maupun menteri terkait karena menilai penanganan masih dapat diupayakan di tingkat daerah.

“Saya sebagai Gubernur sampai hari ini belum melapor Pak Presiden dan melapor Pak Menteri. Nah ini masih bisa kami atasi dulu,” katanya.

Sementara itu, Hidayat menyebut jumlah rumah terbakar berdasarkan pembaruan yang diterimanya mencapai 245 unit. 

“Berdasarkan data terkini, tercatat 245 rumah sudah terbakar dengan total luas lahan terdampak mencapai 2.200 hektare serta sekitar 2.000 titik api. Peristiwa yang terjadi sejak 10 Oktober ini murni kebakaran hutan dan lahan akibat faktor alam,” ujarnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X