International Grand Imams Conference 2026: Delegasi Iran Gelorakan Diplomasi Agama dan Gagasan 'Imam Tanpa Batas'

28 September 2026 20:34

Perhelatan International Grand Imams Conference 2026 dilangsungkan di Jakarta untuk pertama kalinya dengan dihadiri ratusan delegasi imam dari berbagai belahan dunia. Konferensi internasional ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat diplomasi agama serta menyuarakan pesan perdamaian global.

Dalam wawancara pada program Metro Hari Ini, Metro TV, Delegasi Imam dari Iran, Sayed Hadi Hosseini, menyampaikan pesan persahabatan dan perdamaian untuk seluruh umat Islam, sekaligus menyuarakan solidaritas bagi masyarakat teraniaya di Gaza dan Palestina. Ia menegaskan bahwa seluruh prinsip dasar ajaran Islam berlandaskan pada nilai-nilai kedamaian.

Untuk menggambarkan hakikat damai dalam Islam, delegasi Iran meneladani peristiwa Pembebasan Makkah (Fathul Makkah). Ketika sebagian pihak menduga hari tersebut akan menjadi hari pertumpahan darah, Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa hari itu adalah hari kasih sayang dan rahmat.

“Ketika Nabi Islam membebaskan Makkah dengan keagungan, banyak musuh mengira beliau akan melakukan pertumpahan darah. Namun Nabi menyampaikan: Hari ini adalah hari kasih sayang (rahmat). Artinya, di mana pun umat Islam memiliki kekuatan, mereka menyampaikan pesan perdamaian dan persahabatan kepada sesama,” kata Sayed, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Senin, 28 September 2026.
 

 

Gagasan 'Imam Tanpa Batas' dan Peran Masjid


Delegasi Iran juga menyoroti tantangan arus informasi global yang kerap memutarbalikkan fakta terkait kondisi kemanusiaan di Gaza dan Lebanon. Menurutnya, suara penderitaan rakyat Palestina sering kali tidak sampai ke masyarakat dunia.

Sebagai solusi, ia mengusulkan gagasan "Imam Tanpa Batas" (Imams Without Borders) yang terinspirasi dari gerakan kemanusiaan Doctors Without Borders (Dokter Tanpa Batas). Melalui jejaring global ini, para imam di seluruh dunia dapat berkoordinasi secara independen untuk menyuarakan kebenaran dan kedamaian.

“Jika para imam jamaah tanpa batas di dunia ini saling berkoordinasi dan menyuarakan pandangannya tanpa sekat, tentu akan memberikan dampak yang sangat positif bagi dunia. Kita berkumpul di konferensi ini untuk memperkuat diplomasi agama,” ucapnya.

Selain diplomasi damai, konferensi ini menekankan pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat ketenangan, persatuan umat, dan poros kegiatan sosial masyarakat. Langkah ini meneladani keteladanan Rasulullah SAW yang menjadikan pembangunan masjid sebagai tindakan pertama saat tiba di Madinah. Melalui perhelatan ini, para imam berharap dapat bersinergi untuk menjadi penyambung suara bagi kaum yang teraniaya di seluruh dunia.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X