Dari Jakarta, Grand Mufti Yunani Serukan Persatuan dan Pesan Damai Umat

27 September 2026 12:23

Delegasi Imam Yunani sekaligus Grand Mufti Pertama Yunani, Syeikh Emin Serif, menghadiri perhelatan bergengsi International Grand Imams Conference 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.

Konferensi internasional ini secara khusus menempatkan masjid sebagai titik temu strategis untuk merumuskan kebijakan terkait isu-isu global demi kemaslahatan umat secara luas. Hal tersebut sejalan dengan visi yang disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis Metro TV, Syeikh Emin Serif menyoroti pentingnya diplomasi para imam dunia. Ia turut membagikan pengalamannya dalam menyeimbangkan pelayanan hukum syariah bagi minoritas muslim dengan kepatuhan mutlak pada konstitusi sipil di Yunani.

"Kami sebagai muslim minoritas yang berada di Yunani adalah orang asli Yunani, begitu pun dengan orang tua kami asli Yunani, tetapi mereka muslim," ungkap Syeikh Emin dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 27 September 2026. 
 


Ia juga menjelaskan proses demokratis di balik posisinya saat ini. "Posisi saya adalah sebagaimana kesepakatan imam dan ulama di Yunani, kurang lebih 33 yang sepakat memilih saya sebagai Grand Mufti, dan saya sedang menjalankan amanah itu dengan berusaha sebaik-baiknya," jelasnya.

Sebagai langkah konkret dalam menangkal ancaman ekstremisme, Syeikh Emin menegaskan krusialnya peran lembaga fatwa, para mufti, dan ulama untuk senantiasa memakmurkan masjid serta mengajarkan ilmu agama yang sahih kepada masyarakat.

Menurutnya, sikap toleransi dan bimbingan ulama merupakan kunci utama dalam menjaga perdamaian serta persatuan umat di tengah dinamika global.

"Begitu pentingnya kepakaran, saya bersama tim pakar harus selalu membersamai umat. Kemudian saya juga membangun hubungan antaragama, baik dengan agama lain dan saling berkunjung satu sama lain," ujarnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X