Jakarta: Imam besar dari berbagai negara menghadiri International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Salah satu tujuan berkumpulnya para imam ini untuk memperkuat diplomasi keagamaan melalui masjid.
"Kami berkumpul dalam konferensi ini untuk memperkuat diplomasi keagamaan. Kami berkumpul di sini untuk menjadikan masjid sebagai temat perdamaian, serta menjadikan masjid sebagai pusat berbagai kegiatan dan aktivitas sosial," kata Delegasi Imam dari Iran, Sayed Hadi Hosseini, dalam program Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 26 September 2026.
Terkait peran masjid, Sayed Hadi mengenang kembali saat Nabi Muhammad SAW saat memasuki Kota Madinah. Masjid menjadi tempat yang pertama kali ditujunya ketika memasuki kota itu.
"Ketika Nabi Muhammad memasuki Madinah, langkah pertamanya adalah menuju masjid. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh masjid terhadap kebudayaan dunia serta persatuan umat Muslim," ujar Sayed Hadi.
Sayed Hadi menekankan bahwa para imam yang hadir dalam konferensi ini memiliki pengaruh besar di tengah komunitas global. Ia mengibaratkan peran ulama seperti dokter lintas batas yang memiliki kewajiban moral untuk menyembuhkan luka sosial dan menyuarakan keadilan bagi kelompok yang tertindas.
"Kami berkumpul dalam konferensi ini untuk memperkuat diplomasi keagamaan, menjadikan masjid sebagai tempat perdamaian, serta pusat berbagai kegiatan sosial yang dipimpin oleh para imam komunitas dunia," kata Sayed Hadi.
Melalui momentum IGIC 2026, Sayed Hadi berharap pesan persahabatan dan penegakan keadilan, termasuk dukungan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan di
Gaza dan
Palestina, dapat tersampaikan secara jernih ke panggung internasional.